Nenek Sinem tinggal seorang diri di sebuah kamar yang ia kontrak dari warga sekitar. Sinem nampak senang saat Djarot datang menjenguknya.
"Ibu sakit Bu? Nggak bisa jalan ya? Mau enggak kalau besok dibawa dirawat, boleh ndak?" tanya Djarot di rumah Sinem, Jl Bungur Raya, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu (15/3/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat berbincang, Sinem menceritakan pada Djarot kondisinya yang tak bisa berjalan sejak terjatuh. Sebelum sakit, wanita asal Pacitan itu berprofesi sebagai seorang tukang urut. Dia pun terpaksa diurus oleh warga setempat lantaran tak lagi memiliki sanak saudara.
"Boleh ya besok atau lusa kita bawa. Kita urus kesehatannya, makannya. Kalau sudah sehat bisa ngurut lagi," ujar Djarot.
"Ibu mau kan dibawa ke panti sosial? Dirawat di sana, dikasih makan?" tanya Djarot lagi.
"Nggih Pak," jawab Sinem.
Setelah berpamitan, Djarot menugaskan Ketua RW setempat untuk segera mendata Mbok Sinem. "Pak RW tolong diurus dulu ya sampai nanti dijemput," instruksi Djarot pada Ketua RW.
Djarot memastikan, Sinem akan mendapat perawatan dari Dinas Sosial DKI. "Ibu Sinem besok atau lusa insya Allah akan kita jemput, kita rawat yang baik. Kalau beliau sehat, beliau bisa bantu kita karena beliau tukang urut bisa urut bayi, urut pijet," terang Djarot.
Djarot juga mengucapkan terima kasih pada warga karena sudah bahu membahu merawat Mbok Sinem selama 2 bulan.
"Sekarang izinkan kami merawat Mbok Sinem. Siapaun yang minta bantuan selalu kita bantu, ada yang nebus ijazah sakit nggak bisa bayar kita bayarin. Enggak kita tanya kok agamanya apa," tambahnya.
Djarot juga mengimbau agar warga yang belum mendapat KJS untuk segera mendaftarkan diri ke kelurahan. Warga pun bertepuk tangan mendengar pernyataan Djarot tersebut. (nth/imk)











































