Penertiban ini dilakukan di sejumlah SD di antaranya SD Negeri 5 dan 27 Jl Cempaka, Kecamatan Senapelan, SD 18 di Sukajadi dan SD 20 di Jl Pepaya.
"Kami melakukan penertiban ini karena PKL menjajakan dagangan di trotoar dan badan jalan. Sehingga kondisi itu membuat arus lalu lintas menjadi macet," kata Kepala Kantor Satpol PP Kota Pekanbaru Zulfahmi kepada detikcom, Rabu (15/3/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selain itu, penertiban ini juga ada permintaan dari pihak sekolah itu sendiri," kata dia.
Foto: Chaidir Anwar Tanjung/detikcom |
Permintaan 'bersih-bersih' PKL sambung Zulfahmi juga disebabkan kekhawatiran pihak sekolah dengan jajanan yang tidak higienis.
"Ada kekhawatiran pihak sekolah dimana jajanan dan minuman yang dijual para PKL tidak higienis. Karena itu kita melakukan penertiban dan sesuai Perda yang ada, PKL tidak dibernarkan berjualan di trotoar atau badan jalan," imbuhnya.
PKL di Pekanbaru memang kerap menyerobot lahan yang bukan lokasi berdagang. Di kawasan Pasar Pusat Pekanbaru di Jl Sudirman misalnya, trotoar untuk pejalan kaki yang dikeramik malah dijadikan tempat berjualan makanan. Akibatnya pejalan kaki tidak bisa melintasi di depan ruko karena dikuasai PKL.
"Mestinya Satpol PP juga menertibkan PKL di kawasan pasar pusat. Pemerintah sudah membuat tempat untuk pejalan kaki, tapi kenyataannya justru dijadikan tempat jualan," kata Basirun (35) salah seorang warga.
Kondisi yang lebih parah lagi terjadi di sepanjang Jl Soebrantas kawasan Panam Pekanbaru. Pagi hingga malam hari, sepanjang badan jalan yang ramai arus lalu lintas, dijadikan tempat berjualan.
Foto: Chaidir Anwar Tanjung/detikcom |
Di kawasan itu, tak ubahnya malam ini menjadi pasar yang tak terkendali. Seluruh jenis dagangan, mulai dari kelontong, jajanan, penjual buah, keramik, karpet dengan bebas menjajakan di badan jalan jalur lambat.
Tak heran, bila malam hari, kawasan Jl Soebrantas sebagai pintu gerbang masuk Pekanbaru dari wilayah Barat menjadi biang kemacetan terparah. Pihak Satpol PP yang berulang kali melakukan razia, namun tak mampu menghalau para PKL. (cha/fdn)











































Foto: Chaidir Anwar Tanjung/detikcom
Foto: Chaidir Anwar Tanjung/detikcom