Ketua KPK Cerita soal Disiplin Tolak Gratifikasi di Singapura

Ketua KPK Cerita soal Disiplin Tolak Gratifikasi di Singapura

Dewi Irmasari - detikNews
Rabu, 15 Mar 2017 11:11 WIB
Ketua KPK Cerita soal Disiplin Tolak Gratifikasi di Singapura
Ketua KPK Agus Rahardjo (Foto: Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta - Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan gratifikasi sering dianggap sebagai jalan pintas dan lazim di Indonesia. Menurut Agus, penolakan terhadap gratifikasi harus menjadi disiplin untuk menghindari praktik korupsi yang lebih besar.

"Di Singapura itu hal kecil juga diurusi oleh hukum," ucap Agus ketika memberikan sambutan dalam diskusi panel di auditorium Perbanas Institute, Jakarta Selatan, Rabu (15/3/2017).

Agus lalu mengisahkan tentang praktik gratifikasi di Singapura itu yang melibatkan seorang satpam dan lembaga antikorupsi di Singapura sampai turun tangan. Hal itu menurut Agus semata-mata untuk mewujudkan disiplin yang tinggi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Waktu itu saya diceritain, ada seorang pembantu laki-laki dari Indonesia minum minuman keras di subway, ditangkap oleh satpam yang kebetulan warga negara dari Srilanka. Satpamnya minta sogokan 30 dolar, pembantunya hanya punya uang 10 dolar. Sampai rumah, pembantunya cerita sama majikannya, satpamnya dilaporkan ke CPIB (Corrupt Practices Investigation Bureau/semacam KPK di Singapura). CPIB memenjarakan satpamnya. Disiplin seperti itu kan dibina lama," ujar Agus.

"CPIB itu dibangun tahun 1950-an. Itu lama dia mengawal bangsa. Ini yang kita perlukan, bahwa di banyak sektor kita perlu kerja keras," sambung Agus menegaskan.

Agus lalu merujuk pada kasus dugaan korupsi proyek e-KTP yang baru-baru ini menggegerkan negeri. Agus meminta publik untuk ikut mengawasi jalannya pengusutan kasus itu.

"Kalau saya memberikan contoh, banyak sekali kejadiannya. Contoh paling sederhana, kerugian negara Rp 2,3 triliun itu salah satu kasus yang ramai. Kalau kita menangani kasus itu mohon dukungannya dari semua pihak," ucap Agus. (dhn/aan)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads