Pasar yang dilaporkan sudah rampung 100% pengerjaannya itu ternyata memiliki berbagai kekurangan antara lain yang ditemukan Gubernur Ganjar yaitu keramik pecah dan tembok retak. Kondisi tembok retak setidaknya dilihat di kios nomor 23, 25, 28, 31, 32, 35, 36, 119, 133, dan 135.
"Ini kontraktornya harus tanggungjawab. Perbaiki yang rusak. Pasanya sebenarnya bagus, tapi listriknya (kabel listrik) pating cerantol (tidak beraturan)," kata Ganjar, Selasa (14/3/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom |
"Baunya pesing," ujarnya.
Ganjar berharap pasar yang pembangunannya memperoleh bantuan dana dari pemerintah Provinsi Jateng sebesar Rp 14,2 miliar itu bisa segera diperbaiki dan dimanfaatkan oleh pedagang.
"Pasar Wergu ini katanya sudah jadi. Menurut saya belum, karena masih ada banyak pekerjaan rumah untuk kontraktornya," pungkas Ganjar.
Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom |
Untuk diketahui, pasar Wergu merupakan salah satu dari 3 pasar yang pembangunannya dibantu oleh Pemprov Jawa Tengah. Pasar dengan area seluas 22 ribu meter persegi itu berada di Kelurahan Wergu Wetan, Kudus.
(alg/jor)












































Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom
Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom