Demikian disampaikan Komandan Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Marsma Henri Alfiandi dalam jumpa pers, Selasa (14/3/2017) malam.
"Pesawat F-16 yang tergelincir dalam proses evakuasi dan membutuhkan teknik. Kenapa lama, karena kita masih menyelamatkan pesawat itu untuk bisa diterbangkan lagi. Tidak serta-merta pesawat itu langsung diangkat begitu saja, tapi ada prosedur khusus di mana pesawat ini tidak menambah kerusakan, tapi bisa diperbaiki," kata Henri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kedua penerbang kita selamat, tanpa ada luka. Saat ini tengah dilakukan pemeriksaan kesehatan fisik dan psikis di RS Lanud Pekanbaru," katanya.
Henri menjelaskan, yang duduk bagian belakang pesawat tempur sebagai instruktur adalah Mayor Pnb Andri Setiawan, sedangkan siswa konversi Lettu Pnb Marko Anderson duduk di bagian depan.
"Pesawat melakukan pendaratan dengan sempurna. Setelah dilakukan pemberhentian sesuai prosedur, upaya ini tidak berhasil, yang mengakibatkan pesawat terbalik. Bagian ekor pesawat patah," kata Henri.
"Masalah penyebabnya apa sampai detail, saya tidak berhak menjelaskan itu. Karena hal itu harus dikeluarkan oleh tim Panitia Penyidik Kecelakaan Udara (PPKU)," kata Henri. (cha/jor)











































