"Kebetulan 1-2 hari ini saya sudah kontak-kontakan dengan Pak Akbar Tandjung. Kami berdua akan menghadap Pak Habibie sebagai Ketua Dewan Kehormatan untuk mendiskusikan perkembangan terkini. Sudah tentu tadi Pak Novanto meminta saran terkait banyak hal, dan saya sebagai teman dan Sekretaris Wanhor memberi empati pada pemberitaan yang seperti gempa itu," ujar Sekretaris Wanhor Golkar Priyo Budi Santoso di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (14/3/2017).
Pertemuan akan berlangsung di kediaman presiden ketiga RI itu. Priyo menilai Habibie merupakan sosok negarawan yang dihormati.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pak Ical, Pak Agung, Pak Akbar, semua menghormati. Jadi karena itulah dan sekarang saya sekretaris beliau, sehingga berkepentingan bila ada kontak-kontak. "1-2 hari ini, soal terkini, di kediamannya," beber Priyo.
Nama Novanto disebut dalam surat dakwaan pada sidang kasus e-KTP pekan lalu. Priyo meyakini bahwa Golkar masih solid.
"Saya nggak tahu tepatnya itu apa harus dengan bahasa keresahan, mungkin lebih tepat keprihatinan. Karena menyangkut diri pemimpin tertinggi, Ketua Umum, posisinya sentrum. Kami pun Wanhor memandang perlu mengetahui apa yang terjadi. Karena sekarang posisi beliau saksi, maka kita mendoakan dan meyakini apa yang dilakukan Pak Novanto dalam koridor yang baik. Sejauh ini Golkar masih solid," jelasnya.
Saat pertemuan dengan Novanto berlangsung tadi sore, Priyo menjelaskan harapan yang bersangkutan di kasus e-KTP ini. Priyo menyebut Novanto berharap statusnya tetap menjadi saksi, tidak naik sebagai tersangka dan seterusnya.
"Saya minta doa teman-teman semoga berujungnya tetap sebagai saksi. Tadi harapan Pak Novanto seperti itu, ya saya mengaminkan," ucap dia.
Priyo bahkan mengaku dipeluk erat oleh Novanto. "Saya dipeluk tadi, peluk erat, sebagai teman. Pertemuan sekitar 1 jam, hanya 4 mata. (Pelukan) sedikit keras. Ada jajanan cucur tadi, jajanan pasar," tutupnya. (gbr/dkp)











































