Kader Demokrat Dukung Ahok, Wanbin: Belum Ada Pelanggaran

Kader Demokrat Dukung Ahok, Wanbin: Belum Ada Pelanggaran

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Selasa, 14 Mar 2017 18:36 WIB
Kader Demokrat Dukung Ahok, Wanbin: Belum Ada Pelanggaran
Agus Hermanto (Foto: Lamhot Aritonang)
Jakarta - Politikus Partai Demokrat (PD), Ajeng Suminar mendukung Ahok-Djarot karena. Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Agus Hermanto mengatakan belum ada yang dilanggar Ajeng terkait aturan partai.

"Memang Bu Ajeng salah satu pengurus, beliau sebagai Sekretaris Dewan Pembina tapi memang dari DPP sendiri belum ada keputusan sehingga sampai saat ini belum ada yang dilanggar. Kalau sudah ada putusan mana yang harus diputuskan, tentunya apakah ini yang dilanggar atau didukung," ujar Agus di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (14/3/2017).



SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

DPP Partai Demokrat sampai saat ini belum memutuskan harus memilih antara pasangan nomor dua, Ahok-Djarot ataupun Anies-Sandi. Demokrat menyebut belum ada keseragaman di kubu partai, melihat ada beberapa relawan dan kader yang telah menentukan dukungan masing-masing.

"Namun saya lihat memang ada beberapa terutama dari relawan, ada yang ke 2, ada yang ke 3. Kita tetus terang belum ada keseragaman karena dari DPP saat ini belum menentukan pilihan mana dari parpol," tuturnya.

Karena partai belum memutuskan dukungan maka belum akan ada sanksi bagi kader yang mendukung salah satu paslon. Namun jika sudah ada keputusan, semua elemen partai harus mengikuti keputusan yang ada.

"Kalau DPP kan belum ada keputusan bahwa ini harus memilih yang mana sehingga ini tentunya kita masih belum memberikan arahan apa-apa terhadap seluruh kader sehingga kader memang ada yang sudah memilih ke sana kemari. Pada saatnya DPP pilih mana pasti akan mengikuti apa yang ditentukan DPP. Sebagai kader, harusnya seperti itu (mengikuti keputusan) karena kita ketahui kepentingan itu di dalam kehidupan kita sehari-hari sebagai politisi kan dibagi menjadi 3 golongan, kepentingan pribadi, keluarga, teman-teman, di atasnya itu kepentingan parpol dan itu yang didahulukan. Cuma kepentingan bangsa yang bisa mengalahkan kepentingan parpol," ujinya.

Demokrat pun menampik anggapan jika partai membebaskan pilihan kepada setiap kader. Partai Demokrat bukan membebaskan pilihan tapi memang partai belum menentukan sikap.

Penentuan sikap pun tak akan dilakukan dengan terburu-buru karena partai bukan lagi mengusungkan calon. Hanya menentukan pilihan ke nomor 2 ataupun 3 disebut Agus bukan masalah berarti.

"Pengertiannya bukan membebaskan, DPP masih bekerja keras, dikaji terus mana yang harus ditetapkan. Pertimbangan itu memerlukan waktu. DPP belum menentukan pilihannya saat ini. Ini hanya belum (menentukan), bukannya memberikan kebebasan," jelasnya.

"Ini kan berbeda dengan kalau kita mencalonkan. Kalau kita mencalonkan kan harusnya ada sosialisasi, kampanye. Kalau ini kan hanya pilihan, memilih ke nomor 2 atau 3 sehingga tentunya tidak harus memerlukan waktu yang lama sehingga kapan pun, dekat-dekat pemilu diputuskan itu tidak masalah," tutupnya.

(gbr/imk)


Berita Terkait