"Kita buat tim khusus untuk merumuskan bagaimana penanganan pelajar atau anak nakal, geng sekolah dan yang suka berkelahi," ujar Kapolda DIY Brigjen Ahmad Dofiri di Polresta Yogyakarta, Jalan Reksobayan, Rabu (14/3/2017).
Dofiri mengatakan pihaknya sudah mengundang kepala sekolah di kawasan Yogyakarta, para Guru BP, Komite Sekolah, Pemda DPRD untuk membahas masalah ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya itu, polisi akan melakukan patroli dan razia dengan lebih intensif. Menurutnya, hingga saat ini penerapan jam malam di Yogyakarta belum diperlukan.
"Silakan masyarakat tetap enjoy di Yogyakarta, malam hari selamat menikmati. Kita akan jaga kondusifitas wilayah dari penganiayaan, klitih, dan lain-lain," tutur Dofiri.
Kapolresta Yogyakarta Kombes Tommy Wibisono kembali menggaris bawahi imbauan polisi kepada para orang tua.
"Garis bawahnya di sini adalah peran orang tua, jangan memberikan kendaraan, motor dan mobil (ke anak di bawah umur). Jangan pergi (terlalu) malam, atau tunggu waktu mereka akan menjadi pelaku atau korban," pesan Tommy. (sip/fdn)











































