"Calon siswa dan orang tua diimbau untuk tidak mempercayai bila ada pihak-pihak yang menjanjikan bisa meluluskan putera-puterinya jadi anggota Polri dengan membayar sejumlah uang dengan dalih kenal atau dapat menghubungkan dengan panitia seleksi," kata Arief.
Arief menyampaikan itu dalam acara Penandatanganan Pakta Integritas Penerimaan Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS) 2017 di Aula Widya Warapsari, Sepolwan, Lemdiklat Polri, Jakarta, Selasa (14/3/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lakukan secara jujur dan objektif. Pegang teguh prinsip betah untuk mewujudkan rekrutmen clear and clean. Hindari KKN," ujarnya.
Foto: Istimewa |
Arief mengatakan, penandatanganan Pakta Integritas penerimaan SIPSS ini merupakan kesepakatan dan komitmen moral panitia seleksi, calon siswa, orang tua siswa, pengawas internal dan eksternal untuk melaksanakan proses seleksi dengan kejujuran, bertanggung jawab, obyektif, transparan serta bebas KKN.
"Kepada para calon siswa ditekankan untuk menumbuhkan rasa percaya diri yang tinggi sebagai calon perwira Polri dalam menghadapi test seleksi ini dengan tidak menggantungkan diri pada pertolongan orang lain dan harus bisa menghadapi dengan kemampuan sendiri," ujarnya.
Foto: Istimewa |
Sementara itu, Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul mengatakan 186 calon siswa (casis) SIPSS TA. 2017 yang terdiri dari 149 Pria dan 37 Wanita hadir dalam acara itu. 186 caon siswa itu meliputi 21 cabang kesarjanaan dengan kuota terima sebanyak 75 orang.
Tidak hanya itu, orang tua calon siswa, seluruh panitia pusat seleksi SIPSS TA 2017, pengawas internal dan eksternal, dan lainnya juga turut hadir. (idh/fjp)












































Foto: Istimewa
Foto: Istimewa