Tadi siang Fahri ikut dalam pertemuan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (14/3/2017). Pertemuan itu juga dihadiri oleh para pimpinan lembaga nehgara lainnya dan membahas soal pemerataan ekonomi. Rupanya Fahri mengambil kesempatan untuk bicara dengan Jokowi secara informal.
(Baca juga: Didesak Fahri untuk Mundur, Agus Rahardjo: Gusti Allah Mboten Sare)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, Jokowi menanggapi pembicaraan itu secara positif. Fahri menyebut Jokowi tak memiliki konflik kepentingan dalam kasus ini.
"Jadi tidak ada masalah. Toh, ini kasus di pemerintahan periode lalu kan? Bukan beliau. Artinya Pak Jokowi bersih tangannya di sini," ujar Fahri.
Dia juga mengatakan bahwa Jokowi cukup kaget mendengar informasi yang dia berikan. Salah satunya bahwa sebetulnya BPK sudah mengaudit proyek e-KTP sebanyak 3 kali dan menilai tak ada masalah.
Sementara itu dalam jumpa pers Presiden Jokowi menyatakan bahwa dalam pertemuan hanya membahas soal kebijakan pembagian sertifikat tanah untuk mengurangi kesenjangan sosial. Tetapi memang, di sela pertemuan formal ada acara makan siang bersama.
"Ini tadi urusannya hanya kebijakan pemerataan ekonomi yang berkaitan dengan redistribusi aset dan reforma agraria, tidak ada yang lain. Kita memang setiap rapat itu fokus pada satu satu masalah tidak ke mana-mana," kata Jokowi. (bpn/dhn)











































