Sesuaikan Gaya Jokowi, Suhartono: Paspampres Harus Ramah dan Humanis

Sesuaikan Gaya Jokowi, Suhartono: Paspampres Harus Ramah dan Humanis

Elza Astari Retaduari - detikNews
Selasa, 14 Mar 2017 17:10 WIB
Sesuaikan Gaya Jokowi, Suhartono: Paspampres Harus Ramah dan Humanis
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Brigjen (Mar) Suhartono resmi menjadi Komandan Pengamanan Presiden (Danpaspampres). Suhartono akan menyesuaikan tugasnya dengan gaya Presiden Joko Widodo yang dikenal tak ingin kedekatannya dengan rakyat dibatasi.

"Saya akan meningkatkan skill individu ataupun satuan, dan menjaga moralitas prajurit. Hal-hal tersebut yang akan saya laksanakan," ujar Suharsono usai serah terima jabatan di Mako Paspampres, Jl Tanah Abang II, Jakpus, Selasa (14/3/2017).

Beberapa evaluasi akan dilakukan Suharsono dalam kepemimpinannya. Selain melanjutkan program yang telah dilakukan pendahulunya, mantan Komandan Denjaka itu menyatakan siap melaksanakan pembinaan lebih lanjut di jajarannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Perlu diketahui bahwa anggota Paspampres selalu silih berganti, ada yang keluar ada yang masuk sehingga pembinaan tidak boleh berhenti. Pelatihan mulai dari skill individu tadi, dari latihan bela diri, taktik, pengamanan VVIP," ujarnya.

Suharsono menyadari, Presiden Jokowi punya gaya yang berbeda dengan para pendahulunya. Kedekatan Jokowi dengan rakyat selalu tampak terlihat dari berbagai kesempatan. Masyarakat kerap dengan mudah meminta selfie bersama Jokowi.

"Itu dia, Paspampres bukan postur yang sangar tapi punya keramahan, punya naluri yang merakyat karena pada hakekatnya kita tidak mengambil jarak dengan rakyat, humanis tapi tetap profesional," tutur Suharsono.

Perwira tinggi Marinir yang sukses membebaskan sandera dari perompak Somalia pada tahun 2014 ini pun mengaku sudah melakukan penyesuaian dengan gaya Presiden Jokowi. Suharsono sendiri juga bukan orang baru di lingkungan Paspampres.

"Sudah, kami sudah lakukan penyesuaian dengan beliau. Kami pelajari dinamika beliau saat penugasan apakah di Istana atau saat di luar Istana," kata dia.

Hal senada juga disampaikan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Menurutnya, keputusan pemilihan Brigjen Suhartono menjadi Danpaspampres yang baru juga bukan dengan mudah diputuskan. Ada berbagai tahap pemilihan termasuk melihat track record dan kemampuannya.

"Ini dicari orang profesional berpengalaman, Brigjen TNI Suhartono dulu pernah di Paspampres. Kita tidak akan ambil resiko, selain saya sebagai Panglima mengajukan beberapa alternatif nama, yang menentukan adalah presiden karena perlu keamanan dan keyakinan," terang Gatot di lokasi yang sama.

Mengenai kebiasaan Jokowi yang sering selfie bersama masyarakat, Panglima TNI mempercayakannya kepada Suharsono. Penyesuaian sudah dilakukan jauh hari sebelum Suharsono resmi menggantikan Mayjen (Mar) Bambang Suswantono sebagai Danpaspampres.

"Saya katakan bahwa serah terima ini tidak ujug-ujug, hampir satu bulan Brigjen Suhartono melakukan serah terima setelah yakin baru sertijab sekarang. Jadi sebelum hari ini sudah bersama-sama terus, saya katakan tidak ada serah terima lagi dan tidak ada stagnansi," ujar Gatot. (elz/fdn)


Berita Terkait