Megawati: Jangan Malu Laporkan Kekerasan dalam Rumah Tangga

Laporan dari Kuala Lumpur

Megawati: Jangan Malu Laporkan Kekerasan dalam Rumah Tangga

Haris Fadhil - detikNews
Selasa, 14 Mar 2017 16:43 WIB
Megawati: Jangan Malu Laporkan Kekerasan dalam Rumah Tangga
Foto: Haris Fadhil/detikcom
Kuala Lumpur - Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri berharap masyarakat aktif melapor jika mengetahui adanya kekerasan terhadap perempuan dan anak. Pelaporan yang ditindaklanjuti dengan proses hukum diyakini menekan tindak kekerasan.

"Kalau di Indonesia saya selalu mengatakan jangan malu kalau sekiranya di dalam keluarga ada tindak kekerasan. Itu harus disampaikan ke pihak yang berwenang," kata Megawati saat berbicara dalam seminar bertajuk 'Jenayah Seksual Kanak-kanak: Hentikan' di Pusat Dagangan Dunia Putra, Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (14/3/2017).

Mega menuturkan Indonesia sudah memiliki banyak undang-undang yang mengatur pencegahan dan penindakan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Namun dirasa belum maksimal dalam pelaksanaannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau di Indonesia sudah banyak sekali undang-undang perlindungan perempuan dan anak, bukan hanya seksual tapi bekerja dan sebagainya. Tapi yang menjadi kendala terbesar sebenarnya adalah kaum perempuannya sendiri, masih belum semangat untuk bisa mengimplementasikannya," ujar Mega.

Dalam seminar, Mega juga menjelaskan masalah kekerasan terhadap perempuan dan anak adalah masalah global. Mega mengaku hadir sebagai bentuk dukungan terhadap ide istri PM Najib Razak, Datin Paduka Seri Rosmah Mansor yang menginginkan adanya aturan tentang kekerasan seksual terhadap anak di Malaysia.

"Saya kira bentuk problem ini tidak hanya di regional ASEAN saja tapi justru permasalahan ini sudah global. Ini perjuangan dari ibu Datin yang idenya betul-betul sangat berguna sehingga ya saya dukung dan saya hadir," tuturnya.

Megawati: Jangan Malu Laporkan Kekerasan dalam Rumah Tangga Foto: Haris Fadhil/detikcom


Sementara itu, Rosmah Mansor mejelaskan hasil seminar ini nantinya menjadi masukan bagi parlemen Malaysia untuk membuat undang-undang yang mengatur hukuman bagi pelaku kekerasan seksual terhadap anak.

"Kami akan sampaikan ke dewan parlemen yang lebih lengkap lagi bagaimana kami tidak mau ada sedikit pun ruang untuk yang pedofil terlepas dari hukuman," ujar Rosmah Mansor.

Rosmah Mansor menegaskan, isu kekerasan seksual terhadap anak ini akan diperjuangkan sebagai agenda pembahasan di pertemuan pemimpin ASEAN nanti.

Menurutnya, Najib Razak sebagai kepala pemerintahan Malaysia akan membahas masalah kekerasan seksual terhadap anak dengan pemimpin ASEAN lainnya.

"Kalau kita mau cepat membawakan ini ke tingkat ASEAN, kita harus cepat dan tak melalui berbagai birokrasi. Kalau boleh birokrasi ini dikurangkan supaya di peringkat musyawarah ASEAN yang akan datang kita bisa masukkan perkara ini sebagai salah satu agenda yang terpenting dimusyawarahkan," ujarnya. (HSF/fdn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini