"Informasi yang saya terima, rokok menempati peringkat kedua konsumsi rumah tangga miskin dan rumah tangga miskin lebih memilih belanja rokok daripada belanja makanan bergizi. Dana yang dikeluarkan untuk tembakau 3,2 kali lebih besar dari pengeluaran telor susu, 4,2 kali dari pengeluaran beli daging, 4,4 kali dari biaya pendidikan, dan 3,3 kali lebih besar daripada biaya kesehatan," tutur Jokowi dalam pengantar rapat di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (14/3/2017).
Jokowi juga mengutip laporan dari BPJS Kesehatan bahwa 50 persen biaya pengobatan dipakai untuk penyakit tidak menular. Salah satu penyebab dari penyakit itu adalah rokok.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Jokowi juga pernah menggelar rapat terkait ini pada tahun 2016. Ketika itu, Jokowi minta agar solusi masalah pertembakauan harus melihat dua aspek yakni kesehatan dan juga kesejahteraan para petani tembakau serta pekerja di pabrik rokok.
"Oleh karena itu, saya minta laporan Menteri Pertanian, langkah-langkah konkret yang telah dilakukan dalam rangka peningkatan kesejahteraan petani tembakau dalam upaya perbaikan. Terakhir, saya minta laporan Menteri Tenaga Kerja mengenai kondisi ketenagakerjaan dan perlindungan bagi pekerja pabrik di industri hasil tembakau," pungkas Jokowi.
(bpn/idh)











































