"Saya terus terang sering dikritik oleh banyak teman, 'Pak Djarot terlampau sabar, Pak Djarot terlampau sabar', ya memang harus sabar dan harus selalu sabar," kata Djarot di Cipulir, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (14/3/2017).
"Karena itu adalah nilai Islami yang saya ikuti, yang saya lakukan, yang saya kerjakan selama ini," tambahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun Djarot mengatakan tak takut apabila ditekan dan diancam oleh berbagai pihak yang membawa isu SARA.
"Tetapi ketika itu sudah melanggar batas dan keterlaluan, sekali lagi, saya sampaikan yang namanya Djarot tidak pernah takut. Sabar bukan berarti tidak tegas ya, sabar bukan berati tidak berani ya," lanjutnya.
Selain itu, Djarot selalu mengingatkan anak buahnya agar tak terprovokasi saat sedang berkampanye. Dia ingin anak buahnya juga bisa sabar dan tak bersikap kasar saat terjadi hal-hal tak terduga.
"Kami juga selalu mendinginkan anak buah saya mengingatkan jangan anarkis, sabar, jangan terprovokasi, sabar, alhamdulillah mereka pasti nurut dan mudah-mudahan nurut terus ya," tutupnya. (nth/imk)











































