Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Hero Henrianto Bachtiar membenarkan adanya kejadian penganiayaan tersebut. Tetapi dia membantah adanya bentrokan antar ormas dengan kelompok warga.
"Satu orang atas nama M Sofiyudin (45) meninggal di Rumah Sakit Ananda. Korban memang anggota ormas, korban mengalami luka pukul benda keras di bagian kepalanya," ujar Hero Henrianto Bachtiar kepada detikcom, Selasa (14/3/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Korban ini berteman dengan orang-orang dari kelompok masyarakat tersebut, tiba-tiba korban dipukul dari belakang," imbuh Hero.
Hero menambahkan, korban dengan kelompok warga tersebut tidak ada masalah apa-apa. "Tetapi yang mencurigakan, kelompok yang menemani korban ini tidak melakukan apa-apa," lanjut Hero.
Hero mengaku pihaknya saat ini belum mengetahui penyebab penganiayaan yang berujung tewasnya korban itu. Namun, polisi mendapatkan informasi sebelumnya terjadi perselisihan antara ormas itu dengan kelompok warga tersebut.
"Informasi sebelumnya ada keributan lama pada Februari 2017 antara ormas ini dengan kelompok warga. Apa alasan kemudian korban dieksekusi, kita belum tahu," tuturnya.
Sementara Porles Metro Bekasi Kota melakukan upaya pendekatan kepada dua kelompok agar kejadian tersebut tidak melebar. Semua pihak diminta untuk tidak terprovokasi dan melakukan aksi balas dendam. (mei/fdn)











































