"Tolong Bapak diusahakan tempat yang lebih baik termasuk pasar-pasar tradisional. Tolong masyarakat ditampung karena KTP-nya warga sudah KTP Jakarta," kata Ketua RT Ustadz Masuli di RT 03 RW 06 Kel. Cipulir, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (14/3/2017).
Musali mengatakan kebanyakan warganya berjualan di Pasar Kebayoran Lama yang berjakan sekitar 600 meter dari pemukiman. Dia mengeluhkan banyak warganya yang sering diusir oleh Satpol PP lantaran berjualan di trotoar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia berharap pada Djarot agar pemerintah mengeruk Kali Sekretaris sehingga warga bisa hidup lebih layak tanpa perlu mengungsi setiap hujan.
"Untuk pengerukan Kali Sekretaris nanti kita keruk yang dalam. Kita minta bantuan ke warga sekitar nah ini kan akan kita bongkar, akan kita keruk nah Kali Sekretaris akan kita keruk semuanya," kata Djarot menanggapi permohonan Musali.
Djarot mengatakan kali akan dikeruk sedalam satu hingga satu setengah meter. Namun Djarot juga meminta kepada masyarakat untuk bisa menjaga kebersihan.
"Saya minta tolong dijaga kebersihannya. Termasuk kita minta pembuangan sampah sementara dan nanti ada gerobak sampah motor," ujar Djarot.
Untuk masalah pasar, Djarot juga berjanji akan memperbaiki pasar yang masih belum layak. Namun untuk sementara dia berharap warga yang berjualan tak lagi berdagang di trotoar jalan.
"Nah pasar kita punya kebiasaan jelek nah sudah ada kebiasaan ada yang jualan diluar yang di dalam nggak laku karena kalah cepat sama pedagang yang jualan di luar. Nah jangan gitu dong kalau sudah dikasih kios ya jualan di dalam semua," lanjut Djarot.
Dia juga berjanji akan membangun pasar tradisional bagi warga Cipulir.
"Nah nanti kita bangun supaya semuanya masuk bagus dan tolong dijaga jangan sampe ada jualan di luar. Tempat-tempat perkantoran bisa untuk PKL berjualan tapi abis jualan bersih ya," tutupnya. (nth/imk)










































