Mengapa mereka tak menangkap saja pria berinisial ER yang kemudian diketahui pernah dirawat di rumah sakit jiwa itu?
Dalam video yang tersebar via sosial media, Tegar sering membalas cacian ER dengan guyonan. Hal tersebut, menurut Tegar, agar ER bisa lebih tenang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tegar, yang usianya lebih muda, mengaku sempat emosi dengan kata-kata kasar ER. "Tapi kita pakai seragam. Kita sadar harus mengedepankan 3S, Senyum, Sapa, Salam. Apalagi Pak Yudik, senior saya, juga mengingatkan agar kalem," ujar Tegar.
Yudik menceritakan, 'insiden' makian dan tantangan berkelahi dari ER itu terjadi pada Rabu (8/3). Ketika melihat ER yang tak berhelm dan berhenti di lampu merah, dia segera mendekati ER.
Baca: Sabar Hadapi Pemotor yang Memaki, Polantas Sukoharjo Diapresiasi
"Saya minta untuk menepi, tapi dia malah membentak. Saya minta surat-suratnya, dia kembali membentak. Daripada macet, kuncinya saya lepas, lalu dia mau menepi, tapi umpatannya keluar semua," kata Yudik.
Langkah Tegar dan Yudik diapresiasi pimpinan. Sementara ER minta maaf dan dikenakan wajib lapor.
(try/try)











































