Tokoh Lintas Agama Deklarasi Antiperbudakan Modern

Tokoh Lintas Agama Deklarasi Antiperbudakan Modern

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Selasa, 14 Mar 2017 12:21 WIB
Tokoh Lintas Agama Deklarasi Antiperbudakan Modern
Wapres JK dalam deklarasi antiperbudakan modern di Indonesia, Selasa (14/3/2017). Foto: Sys Milla/Media Wapres
Jakarta - Tokoh-tokoh lintas agama mendeklarasikan antiperbudakan modern di Indonesia. Indonesia diharapkan memimpin perlawanan global terhadap perbudakan modern.

Deklarasi ini ditandangani oleh sejumlah pemuka agama di Indonesia dan disaksikan langsung Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Selasa (14/3/2017).

Ketujuh perwakilan agama-agama itu dari Islam, Kristen Protestan, Kristen Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu juga menegaskan komitmen mereka dalam melawan perbudakan modern.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tokoh Lintas Agama Deklarasi Antiperbudakan ModernFoto: Sys Milla/Media Wapres


"Melawan perbudakan modern bukan hanya dalam rangka menjunjung salah satu target Sustainable Development Goals yaitu penghapusan perbudakan modern. Terlebih karena melawan segala bentuk perbudakan modern adalah mandat konstitusi Indonesia," kata Rektor Paramadina Firmanzah.

Berdasarkan laporan Indeks Perbudakan Global tahun 2016, terdapat 45,8 juta orang masih hidup dalam perbudakan modern. Di Indonesia, tercatat 736.100 orang masih terjerat dalam kondisi diperbudak.

Pada kesempatan ini, juga diluncurkan Global Freedom Network (GFN) di Indonesia, di mana Maudy Ayunda mewakili generasi muda melawan perbudakan modern.

Tokoh Lintas Agama Deklarasi Antiperbudakan ModernFoto: Sys Milla/Media Wapres


Wapres JK sebelumnya menyebut deklarasi ini penting bagi Indonesia dalam memimpin perlawan perbudakan global.

"Untuk melawan isu perbudakan modern ini tidak cukup hanya advokasi, tapi perlu langkah nyata supaya tidak terjebak perbudakan," kata JK beberapa waktu lalu.

(fiq/fdn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads