"Seingat saya, dia (Ahok) pernah ingatkan, 'Yan, ini hari Jumat, kamu sembahyang, saya tunggu di mobil'," ujar Suyanto saat bersaksi dalam sidang di auditorium Kementerian Pertanian (Kementan), Jalan RM Harsono, Jakarta Selatan, Selasa (14/3/2017).
"Saya bilang, 'Pak, saya belum siap'," lanjut Suyanto, tanpa menjelaskan maksud ucapannya tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Suyanto mengaku pernah menginap di rumah Ahok dan mengaku anaknya berteman baik dengan Nicholas Sean Purnama, anak sulung Ahok. Menurutnya, Nicholas pun sering mengingatkan anaknya untuk salat.
"Anak saya dan anak Pak Basuki teman baik. Nicholas suka mengingatkan anak saya, Dandi, yang lagi kuliah di Bandung, 'Dan, lu jangan lupa sembahyang'," kata Suyanto.
Dia juga mengaku Ahok tinggal di lingkungan perkampungan biasa dan sering membantu pembangunan masjid. Selain itu, Suyanto menyebut Ahok pernah menaikkan haji 4 orang di kampungnya.
"Pak Basuki sampai sekarang bantu masjid, naikin haji 4 orang," ujarnya.
Ahok didakwa melakukan penodaan agama karena menyebut dan mengaitkan Surat Al-Maidah 51 dengan Pilkada DKI. Penyebutan Surat Al-Maidah 51 ini disampaikan Ahok saat bertemu dengan warga di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, pada 27 September 2016. Ahok didakwa dengan Pasal 156 a huruf a dan/atau Pasal 156 KUHP. (dhn/fdn)











































