"Nelayan pencari ikan dari KM Sejati menjumpai kapal yang setengah tenggelam, kemudian dicek apakah laka laut, karena tidak ada ABK maupun identitas kapal," kata Kasat Polair AKP Huda Syafi'I kepada wartawan, Senin (13/3/2017).
Foto: Arbi Anugrah/detikcom |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari pengamatan sementara, lanjut Huda, diperkirakan kapal tersebut bukanlah kapal asli Indonesia ataupun kapal dari lokal Cilacap. Diduga kapal yang berbobot sekitar 60 gross ton ini merupakan kapal nelayan Taiwan.
"Ini kapal penangkap ikan, eks Taiwan. Saat ditemukan tidak ada benderanya, sama sekali. Posisi mau tenggelam separuh. Jika dilihat dari ciri-ciri anjungan, depan sudah diubah, depan ada pemecah ombak. Tapi, kalau buritan, itu khas Taiwan. Kita tarik karena berada di alur pelayaran," ucapnya.
Foto: Arbi Anugrah/detikcom |
"Indikasi segala kemungkinan bisa terjadi kita kembangkan penyelidikannya karena memang saat ditemukan tidak ada identitas dan posisi mau tenggelam. Selain itu, kondisi kapal sudah rusak tidak tahu kenapa," jelasnya.
Foto: Arbi Anugrah/detikcom |
Kemudian sama sekali tidak terdapat identitas pada kapal yang diduga dari Taiwan tersebut. Semua tulisan yang ada hilang seperti sengaja dihapus dengan cara dikerok dan dihapus menggunakan cat. (arb/rna)












































Foto: Arbi Anugrah/detikcom
Foto: Arbi Anugrah/detikcom
Foto: Arbi Anugrah/detikcom