"Kami sedang ngaji, tiba-tiba ada seperti suara petasan. Setelah dilihat, ada peluru yang jatuh dan tembus di atap sama kursi," ujar Hj Harisa (69) selaku Kepala Madrasah Ibtidaiyah, Ilir Timur II, Palembang.
Untung, warga yang ikut dalam pengajian rutin pada hari Senin dan Jumat dari siang hingga sore hari tersebut tidak sedang dalam keadaan bersandar. Pasalnya, peluru yang jatuh pada pukul 14.15 WIB tepat berada di sandaran kursi belakang warga yang mengaji.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Raja Adil |
"Kalau bersandar pasti kena, karena jaraknya sangat dekat," imbuhnya.
Kapolsek Ilir Timur II Kompol M Hadi Wijaya saat tiba di lokasi mengatakan hingga saat ini pihaknya masih mendalami asal-usul peluru yang jatuh dan menembus atap sekolah madrasah tersebut.
"Kita (Polsek, red) dihubungi pihak sekolah, katanya ada peluru nyasar. Langsung kita ke TKP, " ujarnya.
Namun pihak kepolisian belum dapat memastikan jenis dan senjata apa yang digunakan, termasuk dari mana datangnya. "Kita uji labolatorium dulu. Karena ini selongsongnya sudah hancur, jadi sulit kalau dengan kasatmata untuk memastikannya," ujar Hadi.
Foto: Raja Adil |
Terkait kemungkinan peluru nyasar dari pihak berwajib, Hadi tidak dapat memastikan hal itu.
"Karena sudah hancur (peluru, red), jadi kita dalami dulu, yang jelas warnanya kuning," tandasnya. (fjp/fjp)











































Foto: Raja Adil
Foto: Raja Adil