"Iya, itu bagaimana kita memberikan pengamanan, bagaimana kita humanis dan berempati," kata Dwiyono di Jalan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat, Senin, (13/3/17).
Saat tiba di lokasi, Dwiyono menyalami satu per satu pendemo. Ia sempat mendengarkan curhat seorang petani.
"Sebenarnya ini gimana, Pak. Ini kami kan sudah menang di MA (Mahkamah Agung), tapi kok izinnya belum dicabut. Sebenarnya tambang semen itu untuk siapa, Pak?" ujar Sukinah, petani palawija.
Dwiyono menuturkan pihaknya hanya melakukan pengamanan terhadap aksi petani tersebut.
"Kami di sini hanya melakukan pengamanan, jadi tidak bisa menjawab hal seperti itu," jawabnya.
Foto: Akhmad Mustaqim |
Dwiyono mengatakan sampai saat ini pendemo kooperatif. Polisi juga akan mengawal para petani ketika pulang nanti.
"Nanti mereka akan dikawal, masalahnya karena menggunakan mobil bak terbuka," katanya.
Para petani yang melakukan aksi sudah membubarkan diri. Meski begitu, semen yang memasung kaki mereka belum dilepas. Mereka menuju LBH Jakarta Pusat. Rencananya, mereka akan melanjutkan aksi di lokasi yang sama, Selasa (14/3) pukul 10.00 WIB. (idh/fdn)












































Foto: Akhmad Mustaqim