"Nggak juga. Jadi saya pribadi begini, saya tidak perlu dikawal ketat, biarkan saja, nggak apa-apa," kata Djarot seusai blusukan di Jati Pulo, Palmerah, Jakarta Barat, Senin (13/3/2017).
Bagi Djarot, pengawalan yang ia dapatkan hari ini tergolong normal. Tidak ada yang berlebihan dari pengawalan itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengawalan saat Djarot blusukan di Pasar Timbul Jakarta Barat. (Nathania Riris Michicco/detikcom) |
Djarot pun mengungkapkan, ketika di Masjid At-Tin, dia hanya dikawal oleh dua orang. Dia tidak mempermasalahkan adanya pengusiran terhadap dirinya. Djarot juga tak merasa khawatir apabila kejadian serupa terulang kembali.
"Saya ke At-Tin saja, masuk ke sana cuma dikawal dua orang, nggak ada masalah. Karena saya memandang semua itu saudara saya. Jadi kami nggak ada rasa khawatir," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, puluhan polisi dari Polsek Tanjung Duren, Polres Cengkareng, dan Polda Metro Jaya terlihat berjaga-jaga saat Djarot tiba di Jl Tomang Tinggi Raya, Jakbar. Para polisi mengitari Djarot dan berjaga saat dia menyapa warga. Beberapa mobil polisi juga tampak terparkir di bahu jalan.
"Jumlahnya (polisi) cukuplah untuk mengamankan beliau, ya puluhan polisi supaya aman," kata Kabag Ops Polres Jakbar AKBP Kelana Jaya di lokasi, Senin (13/3/2017). (nth/imk)












































Pengawalan saat Djarot blusukan di Pasar Timbul Jakarta Barat. (Nathania Riris Michicco/detikcom)