Dalam beberapa adegan, ditunjukkan beberapa tindak penganiayaan berupa bantingan 'smack down'. Yakni peserta dibanting dengan memegang bagian kepala hingga jatuh bersama-sama. Kata 'smack down' memang disebut oleh para peserta untuk menirukan kejadian waktu itu.
"Dari 55 adegan, hampir seluruhnya merupakan tindak penganiayaan, terutama dilakukan oleh kedua tersangka," kata Kasatreskrim Polres Karanganyar AKP Rohmat Ashari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat berada di Lembah Penyiksaan, sebutan yang diberikan untuk salah satu lokasi, tindak penganiayaan sudah dilakukan. Adegan ditunjukkan dengan tamparan di pipi dan kening para peserta oleh dua tersangka, Wahyudi dan Angga Septiawan.
Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom |
Rekonstruksi tersebut menghadirkan sekitar 50 orang, yang terdiri dari peserta, kuasa hukum panitia, jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Karanganyar, dan kuasa hukum dua tersangka.
Sejak rekonstruksi ini digelar, kabut dan gerimis turun di tempat kejadian perkara (TKP). Hujan cukup deras turun pada pukul 12.00 WIB, sehingga peserta rekonstruksi diminta berteduh. Peserta juga dipersilakan beristirahat, makan, dan menjalankan salat zuhur. Setelah dua jam rehat, rekonstruksi kembali dilanjutkan.
Seperti diketahui, tiga mahasiswa UII tewas setelah mengikuti diklat The Great Camping (TGC) Mapala XXXVII UII di Tlogodringo, Tawangmangu, Karanganyar. Mereka adalah Muhammad Fadli, Syaits Asyam, dan Ilham Nur Padmy Listia Adi. Sedangkan belasan mahasiswa UII lainnya mengalami luka-luka seusai diksar. (mbr/try)












































Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom