DetikNews
Senin 13 Maret 2017, 16:35 WIB

Wah! Gubernur NSW Australia Luwes Berpidato dalam Bahasa Indonesia

Nograhany Widhi K - detikNews
Wah! Gubernur NSW Australia Luwes Berpidato dalam Bahasa Indonesia Dubes RI untuk Australia Nadjib Riphat dan Istri (kiri) serta Gubernur NSW David Hurley dan istri (kanan) di acara Australia-Indonesia Association Awards (Foto: dok. KBRI Canberra)
Jakarta - Bahasa Indonesia cukup populer di Australia. Bahkan Gubernur New South Wales (NSW) pun fasih berpidato dalam bahasa Indonesia.

Gubernur NSW David Hurley tampil memukau berpidato dalam bahasa Indonesia di acara malam penganugerahan pemenang Australia-Indonesia Association Awards yang diselenggarakan oleh Australia-Indonesia Association (AIA) yang berlangsung di Sydney pada Sabtu (11/3/2017) lalu, demikian rilis yang diterima dari KBRI Canberra, Senin (13/3/2017).

Acara itu dihadiri berbagai kalangan, termasuk Duta Besar RI untuk Australia Nadjib Riphat Kesoema dan istri Nino Riphat, Konjen RI untuk Sydney Yayan Mulyana, Presiden AIA Eric de Haas, senator, pejabat pemerintah, pengusaha, akademisi, atlet, budayawan, hingga mahasiswa Australia yang notabene merupakan pencinta Indonesia.

Dengan mengenakan pakaian batik lengan panjang warna hitam, Gubernur David Hurley, yang didampingi istrinya Linda Hurley, langsung menyapa dan memulai pidatonya dengan ucapan 'selamat malam' kepada para hadirin.

Selanjutnya dengan berbahasa Indonesia secara fasih, Gubernur David Hurley, yang pernah menjabat Panglima Angkatan Bersenjata Australia, menyampaikan seluruh isi pidatonya dalam bahasa Indonesia, meski akhirnya dirinya juga menerjemahkannya dalam bahasa Inggris untuk publik Australia.

Dalam pidatonya, Gubernur NSW menegaskan hubungan bilateral Indonesia dan Australia yang terjalin dengan baik akan sangat penting bagi masa depan kedua negara dan kawasan.

Dampak langsung dari pidato bahasa Indonesia Gubernur NSW adalah wakil-wakil pejabat Australia pun yang malam itu datang juga berusaha membuka dan menutup pidato mereka dengan sapaan khas Indonesia, seperti dilakukan oleh Senator Zed Seselja, yang mewakili Perdana Menteri Malcolm Turnbull, dan Jonathan O'Dea yang mewakili Premier NSW Gladys Berejiklian.

Menurut Dubes Nadjib, di Australia, bahasa Indonesia menjadi salah satu bahasa asing terpopuler selain bahasa Mandarin dan Jepang. Peminatnya bukan hanya mahasiswa atau pelajar, namun juga pejabat pemerintah, taruna militer, hingga pengusaha. Kini tak kurang dari 160 ribu pembelajar bahasa Indonesia tersebar di berbagai pelosok Australia.

Hingga tahun 2017 telah berdiri Balai Bahasa Indonesia (BBI) di Perth, Canberra, Melbourne, dan Tasmania yang telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo dalam kunjungannya ke Sydney pada 26 Februari lalu. Dalam waktu dekat, sejumlah BBI lain akan berdiri, seperti di Kota Sydney, Darwin, Adelaide, dan Brisbane.

Pada malam tersebut, yang berhasil menyabet AIA Awards tahun 2017 masing-masing adalah Luke Bowen untuk kategori pemenang di bidang Resources, Robie Gaspar (olahraga) yang dikenal sebagai pemain bola profesional pertama Australia yang pernah bermain di Liga Indonesia, dan Judy Anglim (pariwisata) berkat upayanya dalam mempromosikan destinasi pariwisata Indonesia kepada turis Australia.

Dalam acara tersebut juga ditampilkan sejumlah langgam Jawa diiringi gamelan Jawa yang dimainkan secara apik oleh kelompok Langen Suka, yang mayoritas beranggotakan warga Australia. Langen Suka, yang dipimpin oleh Vi King Lim, sudah lebih dari 15 tahun aktif mempromosikan seni gamelan di Australia.

Selain gamelan Jawa, ditampilkan pula tarian Bali yang dibawakan secara atraktif oleh Nyoman Sumerti.
(nwk/try)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed