"Kalau kita sudah disiplin di jalan. Kita disiplin di kantor, di mana-mana. Jalan raya jadi repersentasi bagaimana kita, jalan raya adalah percontohan kita untuk melihat diri," ujar Royke saat memberikan kuliah umum di Universitas Trisakti, Jalan Kyai Tapa, Jakarta Barat, Senin (13/3/2017).
Perilaku berlalu lintas juga akan menjadi cerminan sebuah kota bahkan hingga mempengaruhi citra negara. "Melihat kota yang semrawut, investor bilang, 'wah', martabat kita (menjadi) turun apalagi melihat saling serobot di jalan," ujar Royke.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tanpa kita sadari mungkin kita tidak peduli. Saat temen dekat kita meninggal, kita katakan, itu sudah takdir, kita anggap remeh. Beda kalau teman kita meninggal karena ditusuk kta akan protes," imbuhnya.
Karena itu, Royke mengingatkan para pengendara termasuk mahasiswa untuk tertib berlalu lintas dengan menaati peraturan. Melanggar aturan di jalan dapat merugikan diri sendiri atau pun pengendara lain.
"Karena kecelakaan kita bisa miskin, karena bisa hilang pekerjaan," sebut Royke. (aik/fdn)











































