Wali kota yang akrab disapa Hendi itu pernah menyindir aksi vandalisme lewat akun Instagram-nya dengan menampilkan papan nama Taman Tirtoagung Semarang yang penuh coretan.
"Sedih rasanya bila yang sudah dibangun dengan susah lalu dirusak dengan mudah -- Penting : Menulis namanya di sini tak membuatnya jadi jodohmu..mohon bijak dalam bertindak !" tulis Hendi dalam caption fotonya yang di-posting sepekan yang lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun ternyata semangat melawan vandalisme itu belum membuat para pemilik tangan jahil menghentikan aksinya. Hendi pun meminta warga melapor langsung kepadanya jika melihat aksi vandalisme yang merusak pemandangan kota itu.
"Yang melihat hal serupa ini silahkan foto dan tag ke saya dengan menginfokan lokasi serta menyertakan tagar #SemarangLawanVandalisme," tulis Wali Kota Hendi melalui akun Twitter-nya, @HendrarPrihadi.
Sebagai penerima penghargaan kepala daerah terbaik bidang pelayanan publik dari KemenPAN-RB, Hendi merasa perlu adanya inovasi untuk melawan vandalisme. Kini ia sedang menyiapkan aplikasi bernama 'Bergerak Bersama', salah satunya untuk memerangi vandalisme.
"Jadi nanti bentuk aplikasinya adalah Crowdacting, seperti aplikasi Crowdfunding, tetapi yang didonasikan bukan hanya uang, tetapi juga tenaga," jelas Wali Kota Hendi.
"Nanti salah satu fiturnya dirancang untuk menghimpun masyarakat dalam menghapus vandalisme, seperti coretan, misalnya dengan bersama-sama mengecat ulang pada waktu yang telah ditentukan dan seterusnya," imbuhnya.
Vandalisme di Kota Semarang biasanya banyak juga yang menyerang fasilitas umum lain, antara lain kotak panel listrik traffic light, tembok-tembok di pinggir jalan, bahkan tembok pagar di perkampungan. (alg/aan)











































