DetikNews
Senin 13 Mar 2017, 08:02 WIB

Wali Kota Semarang Galakkan Gerakan Melawan Vandalisme

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Wali Kota Semarang Galakkan Gerakan Melawan Vandalisme Foto: Angling Aditya/detikcom
Semarang - Kota Semarang, Jawa Tengah, masih menjadi sasaran tangan-tangan jahil vandalisme. Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi kini menginisiasi gerakan dengan hashtag #SemarangLawanVandalisme.

Wali kota yang akrab disapa Hendi itu pernah menyindir aksi vandalisme lewat akun Instagram-nya dengan menampilkan papan nama Taman Tirtoagung Semarang yang penuh coretan.

"Sedih rasanya bila yang sudah dibangun dengan susah lalu dirusak dengan mudah -- Penting : Menulis namanya di sini tak membuatnya jadi jodohmu..mohon bijak dalam bertindak !" tulis Hendi dalam caption fotonya yang di-posting sepekan yang lalu.

Hendi, pada awal 2015, sebenarnya sudah menyerukan aksi agar tidak melakukan vandalisme. Ia mencontohkan dengan menutup coretan-coretan di halte bus rapid transit (BRT) Trans Semarang. Bahkan ia mengerahkan seniman muda untuk menghiasi halte dengan lukisan.

Namun ternyata semangat melawan vandalisme itu belum membuat para pemilik tangan jahil menghentikan aksinya. Hendi pun meminta warga melapor langsung kepadanya jika melihat aksi vandalisme yang merusak pemandangan kota itu.

"Yang melihat hal serupa ini silahkan foto dan tag ke saya dengan menginfokan lokasi serta menyertakan tagar #SemarangLawanVandalisme," tulis Wali Kota Hendi melalui akun Twitter-nya, @HendrarPrihadi.

Sebagai penerima penghargaan kepala daerah terbaik bidang pelayanan publik dari KemenPAN-RB, Hendi merasa perlu adanya inovasi untuk melawan vandalisme. Kini ia sedang menyiapkan aplikasi bernama 'Bergerak Bersama', salah satunya untuk memerangi vandalisme.

"Jadi nanti bentuk aplikasinya adalah Crowdacting, seperti aplikasi Crowdfunding, tetapi yang didonasikan bukan hanya uang, tetapi juga tenaga," jelas Wali Kota Hendi.

"Nanti salah satu fiturnya dirancang untuk menghimpun masyarakat dalam menghapus vandalisme, seperti coretan, misalnya dengan bersama-sama mengecat ulang pada waktu yang telah ditentukan dan seterusnya," imbuhnya.

Vandalisme di Kota Semarang biasanya banyak juga yang menyerang fasilitas umum lain, antara lain kotak panel listrik traffic light, tembok-tembok di pinggir jalan, bahkan tembok pagar di perkampungan.
(alg/aan)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed