JQH NU DKI Minta Pilgub Tak Diwarnai Isu SARA

JQH NU DKI Minta Pilgub Tak Diwarnai Isu SARA

Fajar Pratama - detikNews
Minggu, 12 Mar 2017 21:56 WIB
JQH NU DKI Minta Pilgub Tak Diwarnai Isu SARA
Foto: Fajar Pratama/detikcom
Jakarta - Pengurus wilayah Jam'iyyatul Qurra' wal Huffazh (JQH) NU DKI Jakarta menggelar halaqah pengurus. Dalam forum itu mereka menyerukan agar Pilgub DKI tidak diwarnai isu SARA.

Halaqah digelar di Hotel Diraja, Jl Tendean, Jakarta Selata, Minggu (12/3/2017). Ketua PW JQH, Ustadz Achmad Zarkasyi, menyatakan bahwa acara halaqah ini digelar dalam rangka memberikan pemahaman kepada para ustadz, kiai dan tokoh agama agar ikut memberikan pemahaman yang benar tentang agama.
JQH NU DKI Minta Pilgub Tak Diwarnai Isu SARAFoto: Fajar Pratama/detikcom

Zarkasyi mengatakan, agama tidak bisa diseret sedemikian jauh dalam gelanggang politik praktis, apa lagi menyebabkan keresahan di tengah umat. Acara halaqah tersebut diisi oleh dua nara sumber, yaitu KH. Taufik Damas (RelaNU) dan KH. Zuhri Yaqub, Wakil Rois Syuriah PWNU DKI Jakarta. Selain dua nara sumber tersebut, halaqah ini juga dihadiri oleh KH. Ahmad Zahari, Katib Syuriah PWNU DKI Jakarta yang memberikan kata sambutan.

"Para ustadz dan tokoh agama jangan mau dibohongi oleh oknum politisi yang sengaja mengeruhkan suasana dalam Pilkada Jakarta," ujar Zarkasyi dalam keterangan pers JQH NU DKI Jakarta.

Halaqah ini dihadiri oleh puluhan ustadz dan tokoh agama yang merasakan adanya cara-cara tidak sehat (mempermainkan agama) dalam memenangkan calon tertentu di Pilkada DKI Jakarta. Menurut mereka, gerakan massif dan sistematis tersebut sudah cukup mengganggu ketenangan masyarakat.
JQH NU DKI Minta Pilgub Tak Diwarnai Isu SARAFoto: Fajar Pratama/detikcom

"Politik seharusnya tetap menjaga etika dan kerukunan umat. Jangan menghalalkan segala cara hingga agama pun seperti dibajak sedemikian rupa hanya untuk menjegal pasangan calon tertentu dan memenangkan pasangan calon yang lain," ujar Zarkasyi.

"Ingat ya, agama itu terlalu suci untuk dibajak demi kepentingan politik sesaat. Saya mengajak agar kita menghentikan cara-cara kotor seperti itu. Jika diteruskan, saya khawatir Pemilik agama, Allah SWT, akan murka pada kita semua," kata sambung Zarkasyi.

Lebih tegas, Zarkasyi mengajak para tokoh agama untuk kembali menyebarkan ajaran agama yang mendamaikan dan menenangkan umat.

"Islam itu agama rahmat. Para ustadz dan tokoh agama harus mengajarkan nilai-nilai moral dan kebaikan kepada masyarakat. Kita semua bertanggung-jawab di dunia dan akhirat. Jangan sampai agama dijadikan alat untuk menyebar kebencian dan permusuhan. Permusuhan dan kebencian jelas tidak sejalan dengan ajaran Islam yang sangat luhur ini," ujar Zarkasyi.⁠⁠⁠⁠ (fjp/van)


Berita Terkait