"Karena dikasih oksigen, jadi hanya pakai isyarat. Beliau mengenali betul kami, ketika keluarga mengenalkan satu per satu nama kami," ujar Wakil Sekjen PBNU Masduki Baidlowi kepada detikcom di RS Lavalette Jalan WR Supratman, Kota Malang, Minggu (12/3/2017), siang.
Masduki datang bersama enam pengurus PBNU, khusus menjenguk KH Hasyim Muzadi. "Melihat bisa, jelas, sadar. Tetapi memang untuk bicara terganggu alat oksigen yang ditempelkan pada mulut beliau," ujar Masduki menegaskan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengurus PBNU jenguk KH. Hasyim Muzadi / Foto: Muhammad Aminudin/detikcom |
Selama ini, lanjut dia, PBNU terus mengikuti perkembangan kondisi kesehatan KH Hasyim Muzadi, sejak awal dirawat di rumah sakit Januari 2017 lalu. Dia menyebut ada masalah di perut KH Hasyim Muzadi.
"Kalau informasi yang kami dapatkan, ada masalah pada perut beliau. Itu hasil diagnosa dokter," ungkapnya.
Masduki menambahkan, KH Hasyim Muzadi sempat menolak dibawa ke rumah sakit. Namun, akhirnya Hasyim dibawa ke RS untuk mendapatkan perawatan yang lebih baik.
"Sekarang alhamdulillah, sudah ada perawatan media di rumah sakit. Keluarga dan kami menyesalkan adanya berita bohong soal meninggalnya beliau. Ini kejam sekali," tandasnya.
(imk/imk)












































Pengurus PBNU jenguk KH. Hasyim Muzadi / Foto: Muhammad Aminudin/detikcom