"Saat di toilet, pelaku tiba-tiba datang dan minta HP saya. Karena saya nggak mau, dia langsung ancam pakai pisau," ujar Petrik, Sabtu (11/3/2017).
Petrik menceritakan, kejadian tersebut berawal saat dirinya hendak buang air kecil ke toilet yang terletak di lantai dua PIM pada Jumat, 10 Maret 2017 sekitar pukul 20.00 WIB. Tiba-tiba dia didatangi oleh Dian Satria, yang meminta telepon seluler miliknya dengan menodongkan sebilah pisau ke leher.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Petrik mengalami sejumlah luka. (Foto: dok Polresta Palembang) |
Duel ini diketahui para pengunjung mal. Pengunjung menyelamatkan Petrik dan menangkap Dian Satria. Melihat korban sudah berlumuran darah, mereka tersulut emosinya dan menghakimi Dian Satria hingga babak belur.
"Pelaku sudah diamankan karena menggunakan senjata tajam untuk percobaan kejahatan," kata Kasat Reserse Kriminal Umun (Reskrim) Polresta Palembang Kompol Maruli Pardede yang ditemui di kantornya.
Dian Satria dihajar pengunjung mal dan diamankan polisi. (Foto: dok. Polresta Palembang) |
Dian Satria, yang diketahui bekerja sebagai penjaga malam di kampungnya di Jalan Sentosa, Lorong Harapan, Plaju, Palembang, telah digelandang ke Mapolsek Ilir Barat I, Palembang, untuk menjalani pemeriksaan. Barang bukti yang diamankan adalah sebilah pisau melengkung milik pelaku. (aan/aan)












































Petrik mengalami sejumlah luka. (Foto: dok Polresta Palembang)
Dian Satria dihajar pengunjung mal dan diamankan polisi. (Foto: dok. Polresta Palembang)