Sosok Andi Agustinus alias Andi Narogong yang berperan dominan dalam bagi-bagi duit panas e-KTP menyimpan misteri. Jejak-jejak kehidupan Andi Narogong dan pertemuannya dengan politisi menjadi sorotan.
Andi Narogong merupakan saksi kunci dalam kasus e-KTP ini. Dia telah dicegah bepergian ke luar negeri. Peran Andi diungkap jaksa penuntut umum (JPU) KPK saat membacakan surat dakwaannya di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor) Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, pada Kamis 9 Maret 2017. Pengusaha rekanan Kementerian Dalam Negeri itu disebut-sebut memiliki kaitan dengan perusahaan yang menggarap proyek e-KTP senilai Rp 5,9 triliun dan berperan dominan dalam bagi-bagi uang di proyek itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, pertemuan Andi Narogong dengan politisi DPR menjadi buah bibir. Sejumlah politisi yang disebut-sebut kecipratan uang haram e-KTP angkat bicara tentang figur pengusaha itu. Ada yang mengaku bertemu dan ada juga yang mengaku tidak pernah bersua sama sekali dengan Andi Narogong.
Berikut cerita soal sosok Andi Narogong:
Andi Narogong Tinggalkan Rumah
|
Foto: adit
|
detikcom menelusuri alamat rumah Andi Narogong. Jika masuk dari gerbang utama Kota Wisata, area Baverly Hills berada cukup jauh ke dalam karena terbagi menjadi dua area. Namun setibanya di gerbang cluster dalam perumahan Central Park Beverly Hills, petugas tidak mengizinkan untuk masuk karena rumah tersebut telah kosong.
"Ya Andi Agustinus C/10, sudah kosong 2 hari ini," ucap petugas security yang enggan disebut namanya, Jumat (10/3/2017).
Petugas tetap tidak mengizinkan untuk menuju rumah milik Andi Narogong itu. Dengan alasan faktor keamanan.
"Dikarenakan rumah itu kosong, jadi kami tidak mengizinkan siapa pun untuk masuk tanpa seizin pemilik rumah," jelasnya.
Saat ditanya lebih jauh, perihal ke mana perginya pemilik rumah, petugas security tetap enggan memberitahu.
"Ya kurang tahu pergi ke mana, tapi sekarang rumah itu kosong," cetusnya.
Ruko 'Tim Fatmawati' Dijual dan Mobil B 1 KTP
|
Foto: ilustrasi Luthfi Syahban
|
detikcom menelusuri ruko milik Andi Narogong di Graha Mas Fatmawati Blok A Nomor 33-35, Jakarta Selatan, Jumat (10/3). Namun ruko yang pernah menjadi tempat pertemuan Tim Fatmawati ini sudah berpindah kepemilikan.
Kepala Security Graha Mas Fatmawati, Ibrahim, menjelaskan Andi Narogong sudah menjual ruko itu sekitar 5 tahun lalu. Ruko itu dijual saat kasus e-KTP mulai menjadi sorotan.
"Ya sedang ramai-ramainya e-KTP dulu sekitar 2011 apa 2012," ujar Ibrahim soal penjualan ruko tersebut.
Ia pun menambahkan ruko tersebut saat ini ditempati oleh perusahaan peralatan medis. Ruko itu dibeli setelah beberapa bulan perusahaan milik Andi ditutup.
Saat kasus e-KTP mencuat pada 2011, Ibrahim mengungkapkan Andi masih sering datang ke ruko itu. Tampak pula beberapa tamu yang ikut datang ke ruko miliknya. Ibrahim mengaku tidak kenal dekat dengan Andi, namun dia ingat mobilnya karena pelat nomornya nyentrik, yaitu B 1 KTP.
"Dia ke sini kadang-kadang malam, jam 23.00 WIB, pergi lagi, kadang anak buah saya laporan ada Pak Andi. Sedang ramai-ramainya masih ke sini sebelum banyak wartawan. Datang satu mobil, kadang-kadang tamu ada mobilnya, ada tamunya, kalau ada apa-apa di sana kan nggak tahu juga saya," katanya.
Ibrahim tak ingat merek dan jenis mobil milik Andi. Namun dia menggambarkan mobil itu besar dan berwarna putih.
Lebih jauh soal sosok Andi, Ibrahim menyebut pria yang diduga mengatur proyek e-KTP itu jarang bersosialisasi dengan pemilik ruko lainnya. "Kayaknya jarang yang mengenal sama Pak Andi, jarang keluar, hanya OB-nya saja yang mau gaul," katanya.
Novanto Bertemu Andi Narogong Jual Beli Kaus
|
Foto: Lamhot Aritonang
|
"Saudara Andi pernah bertemu saya, tapi dalam kapasitas jual-beli kaus. Waktu saya selaku Bendahara Umum (Golkar). Tapi semua saya serahkan nanti dalam sidang, masing-masing bisa menjelaskan. Kita tunggu di persidangan nanti," ujar Novanto di kompleks parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (8/3/2017).
Novanto, yang pernah diperiksa KPK terkait kasus e-KTP, membantah keras masih berkomunikasi dengan Andi saat dirinya menjabat Ketua Fraksi Golkar DPR. Dia menepis anggapan yang menyebut Andi merupakan orang dekatnya.
"Nggak ada (komunikasi). Itu kita lihat dalam persidangan. Yang jelas, saya tidak pernah mengurus masalah anggaran karena, sebagai pimpinan fraksi, kita hanya menerima laporan yang semuanya dilakukan ketua komisi, di mana ketua komisi melaporkan secara oral," jelas Novanto.
Novanto juga membantah pertemuan dirinya dengan Andi Narogong, M Nazaruddin, dan Anas Urbaningrum guna membahas e-KTP. Begitu pula soal aliran dana yang dikucurkan ke Golkar. "Saya sampaikan, ada dua hal, bahwa pertemuan di dakwaan yang dilakukan Nazaruddin, Anas, Andi, tidak pernah ada. Saya sudah bersumpah tidak pernah menerima apa pun di e-KTP. Saya sampaikan di DPR apakah betul Golkar menerima Rp 150 miliar? Saya bilang tidak pernah," ujar Novanto.
"Kita minta kepada KPK untuk membuktikan, kepada saudara Andi Narogong untuk membuktikan, bahwa dia betul-betul menyerahkan uang," katanya.
Marzuki Alie: Manusianya Saja Saya Tidak Tahu
|
Foto: Grandyos Zafna
|
"Manusianya saja saya tidak tahu, muka saja nggak tahu, komunikasi nggak ada, lobi-lobi nggak ada," kata Marzuki.
"Kenal saja enggak. Bagaimana bentuk mukanya, bagaimana sosoknya. Saya baru tahu namanya kemarin. Ngapalin namanya saja susah," sebut dia.
Marzuki melaporkan Andi Narogong ke Bareskrim karena merasa nama baiknya dicemarkan. "Saya tidak pernah bicara apapun tentang e-KTP, saya tidak pernah bermain proyek-proyek yangg terkait dengan siapa pun," ujarnya.
Olly Dondokambey: Tidak Pernah Bertemu, Gimana Antar Dolar?
|
Foto: Agung Pambudhy
|
"Pertama, saya tidak kenal Andi. Kedua, tidak pernah ketemu Andi. Ketiga, bagaimana dia mengantar uang dolar ke saya?" ujar Olly kepada detikcom melalui pesan singkat, Kamis (9/3/2017).
Olly mengaku sudah menjawab dugaan-dugaan miring tersebut saat diperiksa KPK sebagai saksi. Olly membantah dakwaan jaksa pada KPK yang menyebut dirinya ikut menerima duit USD 1,2 juta. "Saya sudah menjawab ini pada saat diminta jadi saksi di KPK. Jadi tidak benar dakwaan ini," tegas dia.
Ganjar Ditunjukkan Foto Andi Narogong
|
Foto: Lamhot Aritonang
|
"Nggak (kenal Andi Narogong). Saya ditanya waktu menjadi saksi dimintai keterangan KPK, persis pertanyaanmu itu. Dikasih fotonya malah, kenal enggak yang namanya Andi Narogong. Baru tahu jadi saksi itu," katanya.
Ganjar membantah menerima duit USD 520 ribu terkait mega proyek e-KTP. Jaksa KPK sebelumnya menyebut Ganjar ikut menerima duit saat duduk sebagai wakil ketua Komisi II DPR. "Tidak (menerima USD 520 ribu)," ujar Ganjar.
Halaman 2 dari 7











































