KPU DKI ke Acara Ahok, Ketua DKPP: Kalau Bareng Bawaslu Tak Masalah

Pilgub DKI Putaran Kedua

KPU DKI ke Acara Ahok, Ketua DKPP: Kalau Bareng Bawaslu Tak Masalah

Nathania Riris Michico - detikNews
Jumat, 10 Mar 2017 18:01 WIB
KPU DKI ke Acara Ahok, Ketua DKPP: Kalau Bareng Bawaslu Tak Masalah
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Bawaslu DKI Jimly Asshiddiqie memberi saran kepada Ketua KPU DKI Sumarno dan Ketua Bawaslu DKI Mimah Susanti apabila datang ke acara yang diadakan oleh tim paslon di Pilkada DKI putaran kedua.

Apabila terpaksa harus datang, Jimly berpendapat agar Sumarno maupun Mimah Susanti datang tak sendirian agar tidak menimbulkan kesan 'kepergok'.

"Kalau terpaksa ya sudahlah tapi jangan (datang) sendirian sehingga nggak kesannya kayak tadi 'kepergok', kayak kepergok nah bawa rombongan," kata Jimly kepada detikcom di Kantor DKPP Bawaslu RI, Jakarta Pusat, Jumat (10/3/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kehadiran Mimah Susanti juga dikatakan Jimly tak perlu langsung dikaitkan akan ketidaknetralitasan dalam putaran dua Pilkada DKI. Justru menurutnya ini bukan masalah karena Mimah sendiri seorang pengawas pemilu yang turut datang di lokasi tempat Ketua KPU juga hadir.

"Nah apalagi kalau dengan Bawaslu, bareng-bareng kan nggak masalah, kan pengawasnya ikut sama-sama," ujarnya.

Menurutnya, kehadiran Sumarno di acara internal Ahok justru menunjukkan sikap netral. Alasannya, bila nantinya kubu Anies Baswedan-Sandiaga Uno juga mengundang ke acara internal mereka, Sumarno pun akan melakukan hal yang sama.

"Artinya itu acara bukan acara tertutup, acara resmi dan mereka (Sumarno dan Mimah) berhak untuk tahu aturan maka dia (internal Ahok) mengundang, toh pihak sebelah sana (Anies) juga berhak mengundang, ya (Sumarno) harus datang juga," jelasnya.

"Masa mentang-mentang (KPU dan Bawaslu) independen nggak mau datang kan, nggak bisa begitu," tambahnya.

Solusinya, Jimly menyarakan agar KPU dan Bawaslu terbuka apabila diundang dalam acara internal paslon.

Timbulnya prasangka ketimpangan ini justru diharapkan Jimly dimanfaatkan oleh Sumarno dan Mimah Susanti untuk membuktikan kenetralitasan mereka.

"Jadi caranya dipastikan itu terbuka sehingga tidak kena, tidak dicurigai seakan-akan kepergok itu tadi ya, yang jelas kalau dua-duanya itu curiga itu bagus itu bagus artinya potensinya itu besar untuk dia (Sumarno) memang netral," tutupnya (nth/nkn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads