Antisipasi Tawuran, Polisi dan TNI Sweeping di Manggarai

Antisipasi Tawuran, Polisi dan TNI Sweeping di Manggarai

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Jumat, 10 Mar 2017 17:17 WIB
Antisipasi Tawuran, Polisi dan TNI Sweeping di Manggarai
Foto: Kanavino Ahmad Rizqo/detikcom
Jakarta - Tim gabungan personel kepolisian yang dibantu TNI dan pemerintahan menggelar sweeping di Manggarai, Jakarta Selatan pasca tawuran yang terjadi pekan lalu. Sekitar 345 personel dikerahkan dalam sweeping dan penggeladahan kali ini.

"Jumlah personel 345," ujar Kabag Ops Polres Jaksel, AKBP Dony Alexander, di di Jalan Manggarai Utara 2, Tebet, Jaksel, Jumat (10/3/2017).

Sweeping ini dibagi menjadi tiga tempat, yaitu Gang Tuyul, Gang Magasen dan Gang Gemtas. Sasaran dari sweeping ini yaitu senjata tajam, senjata api, bahan peledak dan sejumlah orang yang termasuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Sasaran senjata tajam, senjata api, bahan peledak termasuk para DPO dan pihak-pihak yang sudah dikembangkan dalam penyidikan dan penyelidikan sebelumnya," kata Dony.

Antasipasi Tawuran, Polisi dan TNI Sweeping di ManggaraiFoto: Kanavino Ahmad Rizqo/detikcom


Sweeping dimulai dengan apel yang dipimpin oleh Kapolres Jaksel Kombes Iwan Kurniawan sekitar pukul 16.10 WIB. Setelah itu, petugas langsung bergerak menyisir kawasan Manggarai dan Tambak.

Iwan menegaskan bahwa kegiatan ini digelar sebagai antisipasi tawuran susulan antar kelompok yang sempat terjadi beberapa waktu lalu. Polisi akan menindak tegas siapa saja yang terlibat dalam tawuran tersebut.

"Kegiatan ini didasari dasar hukum, lakukan dengan penuh ketegasan tapi tunjukan sisi etika dan humanis. Lakukan pemeriksaan secara teliti. Termasuk pelaku-pelaku yang telah melakukan kegiatan tawuran," kata Iwan dalam sambutannya.

Selain itu, Iwan menyerukan kepada seluruh personel kepolisian untuk sama-sama mengayomi masyarakat. Menurut Iwan, tidak boleh ada satu orang pun terluka atau bahkan meninggal karena adanya tawuran.

"Ada yang menjadi korban kita tidak boleh biarkan. Yang luka pun kita tidak boleh biarkan. Kita adalah aparat yang melindungi masyarakat. Bagaimana kita harus bisa mencegah, upaya persuasif sudah kita lakukan tapi faktanya masyarakat tidak mengindahkan. Oleh karena itu kita lakukan penegakan hukum," imbuhnya.

Terakhir, Iwan juga mengungkapkan penegakan hukum ini akan terus dilakukan. "Saya konsisten lakukan terus sampai situasi benar-benar aman," ungkapnya.

Hingga pukul pukul 16.40 WIB, sweeping masih berlangsung. Petugas yang telah dibagi ke dalam tiga tim masih menyisir lokasi yang telah ditentukan. (knv/idh)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads