KPU DKI Hadir di Acara Internal Ahok, Ini Kata Ketua DKPP

Pilgub DKI Putaran Kedua

KPU DKI Hadir di Acara Internal Ahok, Ini Kata Ketua DKPP

Nathania Riris Michico - detikNews
Jumat, 10 Mar 2017 17:17 WIB
KPU DKI Hadir di Acara Internal Ahok, Ini Kata Ketua DKPP
Foto: Ari Saputra
Jakarta - Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Bawaslu DKI Jimly Asshiddiqie angkat bicara soal pertemuan Ketua KPU DKI Sumarno dan Ketua Bawaslu DKI Mimah Susanti dengan timses Ahok-Djarot. Menurut Jimly, hal itu bisa mengindikasikan adanya pelanggaran, namun juga netralitas dari Ketua KPU DKI.

"Itu indikasi (pelanggaran), itu bisa iya bisa nggak tapi yang jelas saya senang dengan ada begini-begini jadi dua-duanya (tim Ahok dan Anies) kena. Dua-duanya (tim Ahok dan Anies) curiga dan itu indikasi netral, karena dua-duanya kan marah kan gitu," kata Jimly kepada detikcom di Kantor DKPP Bawaslu RI, Jakarta Pusat, Jumat (10/3/2017).



SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terkait banyak pihak yang menganggap KPU DKI cenderung tidak netral di putaran kedua ini, Jimly justru menganggap sikap ini menunjukkan bahwa KPU tetap netral. Bahkan menurutnya, salah satu cara untuk menguji netralitas adalah dengan 'memanas-manasi' setiap paslon, sehingga masyarakat bisa memastikan apakah Sumarno netral di putaran kedua.

"Iya bisa juga sebaliknya gara-gara netral, karena begini, semua orang itu ingin dia (Sumarno) dekat lebih dekat ke dia (salah satu paslon), ketika yang ini dekat ke orang lain ya dia curiga, sebelah sini juga curiga. Nah kalau dua-duanya curiga bagus itu berarti, bagusnya malah kita adu domba malahan, harus dua-duanya kita panasin dua-duanya," paparnya.

Pertemuan internal timses Ahok-Djarot dengan KPU dan Bawaslu juga dianggap Jimly sebagai hal yang biasa. Pelanggaran atau tidaknya pertemuan Sumarno dengan timses Ahok, lanjutnya, tergantung situasi politik yang sedang memanas atau tidak.

"Itu kan biasa, dalam keadaan normal nggak apa-apa cuma dalam keadaan tegang salah aja. Nah maka apa itu salah atau tidak salah tergantung. Kalau Anda sudah tahu bahwa ini pasti menimbulkan kecurigaan ya jangan datang," bebernya.

Dia juga menyarankan agar apabila ingin bertemu lebih baik KPU sebagai pihak yang 'mengundang', bukan sebagai yang 'diundang'.

"Dia (paslon) yang panggil, dua-duanya panggil sini kalau ada perlu ya ke sini, harus sombong dikit mumpung mereka lagi butuh, panggil saja pasti datang dua-duanya," tutupnya. (nth/nkn)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads