"Semalam sudah kami selesaikan secara kekeluargaan dan kedua belah pihak sepakat untuk sama-sama menjaga kondusivitas kota dan tidak mengulangi kejadian serupa," ujar Arief melalui keterangan tertulis yang diterima detikcom, Jumat (10/3/2017).
Hal itu disampaikan Arief usai menjenguk Odang Saputra, salah satu pengemudi jasa ojek online yang kemarin terkena musibah akibat kesalahpahaman kedua belah pihak di RSUD Kota Tangerang, Kamis (9/3).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jangan mudah terprovokasi. Segala informasi yang kurang jelas, tolong diklarifikasi dulu kepada kami agar tidak menimbulkan keresahan pada masyarakat," jelas Arief.
Guna menanggulangi hal serupa terjadi Pemkot Tangerang malalui Dishub Tangerang serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Kecamatan turun tangan untuk membantu masyarakat yang sementara membutuhkan sarana transportasi. Dirinya juga menyampaikan, Dishub juga terus berkomunikasi dengan Kelompok Kerja Sub Unit (KKSU) Organda Kota Tangerang, agar dapat mengoperasionalkan kembali layanan transportasi bagi masyarakat.
"Kami siapkan armada untuk melayani masyarakat selama tidak beroperasinya Angkot," ujar Arief.
Dalam kesepakatan kemarin malam, selain untuk tidak mengulangi kejadian serupa, juga diminta semuanya dapat melayani kembali angkutan umum agar masyarakat tidak dirugikan. "Semuanya saling membutuhkan. Mari kita saling menghargai, menghormati dan menahan diri satu sama lain, agar Kota Tangerang senantiasa terjaga kondusifitasnya sehingga kita semua dapat beraktivitas dengan baik seperti biasanya," pungkas Arief. (dkp/imk)











































