Pengelola Ingin Museum di Masjidil Haram Dibangun di Istiqlal

Pengelola Ingin Museum di Masjidil Haram Dibangun di Istiqlal

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Jumat, 10 Mar 2017 14:19 WIB
Pengelola Ingin Museum di Masjidil Haram Dibangun di Istiqlal
Foto: Menag resmikan pemajangan Kiswah di Istiqlal (Noval-detikcom)
Jakarta - Duta besar Arab Saudi untuk Indonesia sempat memberi gagasan pembangunan museum di Masjid Istiqlal. Museum yang digagas persis dengan museum di Masjidil Haram di Makkah itu diharapkan dapat dibangun di Masjid Istiqlal.

"Gagasan-gagasan yang membesarkan hati kita karena duta besar Saudi Arabia menjelang kehadiran beliau (Raja Salman) telah menyampaikan alangkah indahnya jika museum seperti apa yang sudah ada di Masjidil Haram dapat juga dibangun di sini. Dan Saudi Arabia kembali menawarkan jasa baiknya untuk ikut membangun itu," ujar Ketua Umum Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal Muhammad Muzammil Basyuni di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Jumat (10/3/2017).

Gagasan pembangunan museum tersebut diharapkan tidak menemui kendala nantinya. Hal ini mengingat Masjid Istiqlal juga telah menjadi cagar budaya dari negara Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mudah-mudahan bagi kita ini tidak ada kendala karena Masjid Istiqlal ini kan sudah menjadi cagar budaya. Mudah-mudahan pembangunan itu tidak merusak cagar budaya itu. Sehingga tidak ada kendala dan mudah-mudahan dengan adanya museum itu bagus sekali," kata Muzammil.

Museum Masjidil Haram yang akan dibangun persis di Masjid Istiqlal setidaknya memiliki 5 unsur. Kelimanya meliputi kajian tentang Allah SWT, Rasulullah SAW, kitab suci Al-Qur'an, pemahaman keislaman, dan pusat kajian keilmuan Islam.

"Karena itu ada lima unsur yaitu museum Allah, jadi tentang Allah, lafzul jalala, Allah itu. Kemudian museum Rasulullah SAW, lalu Al-Ayatul Qur'aniyah kaligrafi. Kemudian Al-Hadhorotul Islamiah dan satu lagi pusat kajian keilmuan," jelas Muzammil.

Sementara itu, kiswah atau potongan kain Kakbah yang diberikan Raja Salman dikatakan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin pertama kali diberikan ke Indonesia. Hal ini atas pengakuan Wakil Duta Besar Saudi Arabiah untuk Indonesia.

"Ini pertama kali, pertama kali seorang raja menghadiahkan ini ke Indonesia, dan ini wujud kecintaan raja kepada seluruh masyarakat rakyat Indonesia," ujar Lukman menerjemahkan bahasa Arab wakil Dubes Arab Saudi untuk Indonesia.

(rvk/erd)


Berita Terkait