detikcom menelusuri ruko milik Andi Narogong di Graha Mas Fatmawati Blok A Nomor 33-35, Jakarta Selatan, Jumat (10/3). Namun ruko yang pernah menjadi tempat pertemuan Tim Fatmawati ini sudah berpindah kepemilikan.
Kepala Security Graha Mas Fatmawati, Ibrahim, menjelaskan Andi Narogong sudah menjual ruko itu sekitar 5 tahun lalu. Ruko itu dijual saat kasus e-KTP mulai menjadi sorotan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia pun menambahkan ruko tersebut saat ini ditempati oleh perusahaan peralatan medis. Ruko itu dibeli setelah beberapa bulan perusahaan milik Andi ditutup.
Saat kasus e-KTP mencuat pada 2011, Ibrahim mengungkapkan Andi masih sering datang ke ruko itu. Tampak pula beberapa tamu yang ikut datang ke ruko miliknya. Ibrahim mengaku tidak kenal dekat dengan Andi, namun dia ingat mobilnya karena pelat nomornya nyentrik, yaitu B 1 KTP.
"Dia ke sini kadang-kadang malam, jam 23.00 WIB, pergi lagi, kadang anak buah saya laporan ada Pak Andi. Sedang ramai-ramainya masih ke sini sebelum banyak wartawan. Datang satu mobil, kadang-kadang tamu ada mobilnya, ada tamunya, kalau ada apa-apa di sana kan nggak tahu juga saya," katanya.
Ibrahim tak ingat merek dan jenis mobil milik Andi. Namun dia menggambarkan mobil itu besar dan berwarna putih.
Lebih jauh soal sosok Andi, Ibrahim menyebut pria yang diduga mengatur proyek e-KTP itu jarang bersosialisasi dengan pemilik ruko lainnya.
"Kayaknya jarang yang mengenal sama Pak Andi, jarang keluar, hanya OB-nya saja yang mau gaul," katanya. (tor/fdn)











































