"Kita patut hargai dan apresiasi 2 tokoh bangsa yang melakukan pertemuan, tidak lagi lewat media atau media sosial," ungkap Sekjen Hanura Syarifudin Sudding saat berbincang dengan detikcom, Jumat (10/3/2017).
Dengan pertemuan kemarin, ia menilai maka komunikasi akan lebih baik lagi. Komunikasi tidak lagi dilakukan lewat media sosial yang dinilainya dapat menimbulkan berbagai tafsiran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Supaya tidak terjadi kesalahpahaman lagi dan timbul tafsiran macem-macem. Jadi patut dilakukan. Supaya bisa saling memahami posisi masing-masing," imbuh Sudding.
Anggota DPR ini pun menilai alangkah lebih baik apabila Demokrat bergabung mendukung pemerintah. Itu dinilainya dapat berdampak pada pembangunan nasional.
"Akan lebih baik Partai Demokrat bisa ambil bagian sebagai Parpol pendukung pemeritnah. Untuk lebih menyukseskan pembangunan," tutur Sudding.
Sebelumnya saat bertemu Jokoi, SBY menyebut kerja sama politik dengan pemerintahan Jokowi terbuka. Ia mengatakan hubungannya akan mengalir namun ada mekanismenya.
"Saya lebih mendudukkan diri sebagai mantan presiden dan sebagai presiden. Kita tidak masuk ke politik yang sangat teknis. Kalau kita cocok untuk menyelamatkan negeri ini, negara Pancasila, saya kira kerja sama politik apa pun itu terbuka," kata SBY seusai minum teh bersama Presiden Jokowi, Kamis (9/3). (elz/imk)










































