Tutur Kata Ketua BPK Anwar Nasution Perlu Dicurigai

Tutur Kata Ketua BPK Anwar Nasution Perlu Dicurigai

- detikNews
Senin, 18 Apr 2005 18:05 WIB
Jakarta - Tutur kata Ketua BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) Anwar Nasution keras saat menanggapi anak buahnya, Khairiansyah. Perlu dicurigai, mengapa Anwar sampai berkata sekeras itu. Tutur kata Anwar yang keras terahdap auditor BPK Khairiansyah memang cukup mengejutkan. Pernyataan Anwar kepada pers di Banda Aceh Jumat (15/4/2005) soal Khairiansyah paling keras. Saat itu, Anwar menyatakan, Khairiansyah - auditor BPK yang membongkar kasus suap Mulyana - sebagai kampungan. "Dia itu bukan pahlawan. Kampungan itu," kata Anwar berapi-api. Dan pada hari ini, Senin (18/4/2005), dalam jumpa pers di kantor BPK, Jakarta, Anwar agak melunak. Dia akan menyiapkan kuasa hukum untuk anak buahnya. Namun, Anwar masih saja mengecam tindakan Khairiansyah dan memberikan peringatan kepadanya. Keterkejutan pernyataan Anwar itu tidak hanya dirasakan oleh orang-orang awam. Anggota Komisi III DPR yang juga praktisi hukum Gayus Lumbun juga merasakan hal yang sama. "Saya sangat keberatan dengan kata-kata Pak Anwar itu. Justru khairiansyah harus diberi reward, jangan dikecam. Terkesan, ada kepentingan Pak Anwar dengan kata-katanya itu. Ini peru dicurigai, ada apa dengan kata-katanya itu," kata Gayus di gedung DPR, Jakarta, Senin (18/4/2005). Di mata Gayus, kata-kata Anwar itu bisa saja ditafsirkan bahwa selama ini memang banyak kasus yang ditutup-tutupi oleh BPK. "Jadi, tidak tertutup kemungkinan BPK juga perlu diperiksa, karena sebenarnya tidak ada badan yang kebal hukum," tegasnya. Terkait hal ini, Gayus melalui fraksi, FPDIP akan mendesak pimpinan DPR agar Komisi III DPR memanggil KPK dan Komisi XI memanggil BPK. "Hal ini perlu diperjelas," ujar dia. Mengenai penyelidikan kasus korupsi di KPU, Gayus menilai, dugaan korupsi di KPU ini dilakukan secara kolektif. Dan saat ini, sayangnya, Indonesia belum punya UU Corporate Crime. Karena itu, penyidikan kasus ini akan sedikit sulit. (asy/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads