Masjid Raya Jakarta Berwujud Khas Betawi, Berjiwa Masjid Nabawi

Arief Ikhsanudin - detikNews
Kamis, 09 Mar 2017 15:00 WIB
Adhi Moersid, arsitek Masjid Raya Jakarta (Arief Ikhsanuddin/detikcom)
Jakarta - Secara sekilas, bentuk Masjid Raya Jakarta, Kalideres, Jakarta Barat, sudah bisa digambarkan. Lalu, bagaimana sebenarnya konsep masjid dengan lima menara itu?

Masjid Raya Jakarta dirancang oleh tim dari Atelier 6 Arsitek. Tim itu diketuai oleh arsitek Indonesia, Adhi Moersid.

Adhi dan timnya mengerjakan rancangan masjid tersebut pada 2013. Saat itu, Jakarta belum memiliki masjid provinsi. Lalu, Gubernur Jakarta Joko Widodo ingin Jakarta memiliki masjid raya.

Adhi mengagumi konsep Masjid Nabawi di Madinah. Nabi Muhammad SAW menciptakan masjid tersebut tidak hanya sebagai tempat ibadah.

Kunjungi 20detik untuk video-video menarik lainnya



"Masjid Madinah itu bukan hanya tempat ibadah. Masjid tersebut sekaligus menjadi tempat sosial," ujar Adhi saat ditemui di kantornya, di Jalan Cikini IV Nomor 22, Jakarta Pusat.

Karena punya 'jiwa' Masjid Nabawi, Masjid Raya Jakarta dibangun dengan fasilitas lengkap. Masjid ini memiliki area yang luas dan bangunannya memiliki ruangan selain tempat ibadah.

Bentuk bangunan membentuk huruf 'T'. Bagian tengah dikhususkan untuk ruang ibadah. Sedangkan sayap bangunan dikhususkan untuk fasilitas lain.

"Ada ruang serbaguna, ruang rapat besar, ada ruang komisinya. Ruang seminar, ruang pendidikan, ruang posyandu, puskesmas, koperasi, warung koperasi. Ruang pengelola. Pengelola penting. Dia harus ada manajemen pengelola yang benar," ujar Adhi.

"Selain itu, akan juga dibangun ruang perpustakaan, kafetaria, area olahraga," sambung Adhi.

Selain itu, masjid ini bisa digunakan untuk menampung orang secara darurat. Jika diperkirakan, Masjid Raya Jakarta bisa menampung 12.500-13.000 orang.

"Kalau misalkan ada bencana, dan mencari tempat, ini bisa menjadi tempat penampungan. Ada ruang penampungan keadaan darurat," kata Adhi.