PM Badawi Imbau Media RI Tidak Memancing Ketegangan
Senin, 18 Apr 2005 16:25 WIB
Jakarta - Perdana Menteri (PM) Malaysia Datuk Seri Abdullah Ahmad Badawi mengimbau media Indonesia untuk fokus ke upaya-upaya pemerintah RI dan Malaysia guna menyelesaikan sengketa Ambalat. Dan bukannya membuat berita-berita yang memancing ketegangan antara kedua negara bertetangga itu.Pemerintah Malaysia, ujar Badawi, ingin menyelesaikan masalah blok Ambalat lewat dialog. "Kami berharap dan fokus pada negosiasi yang pada akhirnya akan menghasilkan solusi," ujar PM Badawi kepada wartwan lokal seperti dilaporkan kantor berita resmi Malaysia, Bernama, Senin (18/4/2005).Diimbuhkannya bahwa pemerintah Malaysia menginginkan hubungan bilateral yang telah lama ada bisa dipertahankan. Mengenai berita yang ditulis surat kabar Kompas, Badawi mengatakan: "Itu berita yang saya rasa dimaksudkan untuk mempermalukan Datuk Seri Najib."Kompas menuliskan bahwa Wakil PM Malaysia, Datuk Seri Najib Tun Razak meminta maaf secara lisan kepada Atase Pertahanan Indonesia di Kuala Lumpur, Kolonel Hartind Hazrin atas insiden serempetan kapal perang di Ambalat beberapa hari lalu. Najib membantah keras hal tersebut. Bahkan Najib mempertimbangkan untuk menuntut Kompas."Melaporkan berita seperti itu bisa memancing rakyat dan saya pikir tindakan yang direncanakan Najib berasal dari perasaan bahwa dia telah dipermalukan oleh Kompas," ujar Badawi.Ketika ditanya apa maksud media Indonesia membuat berita seperti itu, Abdullah berujar, "Saya tidak tahu maksud mereka namun apa yang telah terjadi telah membuat Najib siap mengambil tindakan terhadap koran itu."Saat ditanyai wartawan apa nashat Badawi untuk media di Indonesia, pemimpin negeri Jiran itu: "Saya tidak perlu menasihati mereka, mereka harusnya tahu tanggung jawab mereka."
(ita/)











































