Perbaiki Lembaga, MK Minta Masukan dari Seluruh Pihak

Perbaiki Lembaga, MK Minta Masukan dari Seluruh Pihak

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Kamis, 09 Mar 2017 11:38 WIB
Perbaiki Lembaga, MK Minta Masukan dari Seluruh Pihak
Jakarta - Ketua Mahkamah Agung (MA) Hata Ali menghadiri diskusi dengan tema 'Mahkamah Konstitusi (MK) Mendengar' di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat. Selain itu acara juga dihadiri tokoh di bidang yudikatif lainnya.

Acara diskusi itu mengangkat tajuk 'Ikhtiar Menjaga Intergeritas dan Profesionalitas Mahkamah Konstitusi" dihadiri Ketua MA, Hata Ali, Ketua MK Arief Hidayat, Ketua Bawaslu RI Muhammad, dan Ketua Dewan Etik MK Abdul Mukhtie Fajar.

Selain itu turut hadir juga dalam acara, hakim MK lainnya seperti Anwar Usman, Manahan Sitompul dan Suhartoyo. Acara ini juga dihadiri pakar hukum lainnya Saldi Isra, Refly Harun, dan Zainal Airifin Mochtar, serta Tama S Langkun dari Indonesia Corruption Watch.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Salah satu hal yang terus mengemuka ialah persoalan klasik ihwal 'pengawasan hakim konstitusi'," kata Arief dalam sambutan acara diskusi di Hotel Borobudur, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Kamis (9/1/2017).

Menurut Arief putusan MK tentang kewenangan KY menegaskan bahwa secara formal, aturan pengawasan hakim konstitusi. Lembaga pengawasan etik itu tidak berhak mengawasi secara konstitusi.

"Bertolak dari dua sisi tersebut, pertama sudah sangat jelas, berdasarkan putusan tersebut, dengan menggunakan tafsir sitematik maupun oroginal intent, Mahkamah Konstitusi tidak dapat 'diawasi' oleh Komisi Yudisial," kata Arief.

Oleh karena itu Arief mengatakan dalam rangka pembenahan untuk membentuk lembaga peradilan konstitusi yang ideal, pihaknya juga membutuhkan saran dan masukan dari berbagai dan akan terbuka menanggapi hal tersebut.

"Saran dan masukan sangat penting untuk membangun mentalitas yang memaksimalkan kontrol dan koreksi diri, serta kesadaran yang matang bagi diterapkan dan dikuatkannya budaya integritas dan zona bebas korupsi di Mahkamah Konstitusi," pungkasnya. (edo/asp)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads