DetikNews
Kamis 09 Maret 2017, 11:14 WIB

Sidang Korupsi E-KTP

Ada Tim Fatmawati di Balik Skandal Korupsi e-KTP

Haris Fadhil, Rina Atriana - detikNews
Ada Tim Fatmawati di Balik Skandal Korupsi e-KTP Foto: Terdakwa e-KTP coret-coret berkas (Rina-detikcom)
FOKUS BERITA: Sidang Lanjutan e-KTP
Jakarta - Bukan cuma kongkalikong proses pengajuan dan penentuan anggaran di DPR, skandal korupsi e-KTP juga melibatkan pihak-pihak lain. Pihak yang terlibat dalam proses pelaksanaan pengadaan e-KTP ini disebut "Tim Fatmawati".

Jaksa penuntut umum pada KPK memaparkan skenario untuk proses pengadaan yang dibuat tim Fatmawati. Tujuannya memenangkan konsorsium PNRI dalam lelang proyek e-KTP dengan nilai pekerjaan Rp 5.841.896.144.993.

Gerak tim Fatmawati dimulai dengan pertemuan Irman, saat itu Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri dan Sughiarto saat itu Direktur Pengelokaan Informasi Adminstrasi Kependudukan (PIAK) Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri.

"Para terdakwa melakukan pertemuan di Hotel Sultan Jakarta dengan Andi Agustinus alias Andi Narogong, Johanes Richard Tanjaya dan Husni Fahmi. Dalam pertemuan itu terdakwa I (Irman) memperkenalkan Andi Agustinus alias Andi Narogong sebagai orang yang akan mengurus penganggaran dan pelaksanaan proyek e-KTP. Terdakwa I (Irman) juga menyampaikan Andi Narogong meminta mengikuti proses pengadaan e-KTP," papar jaksa pada KPK membacakan surat dakwaan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jl Bungur Besar, Jakarta Pusat, Kamis (9/3/2017).

Menindaklanjuti pertemuan tersebut, Andi Narogong menggelar pertemuan lanjutan di ruko miliknya di Graha Mas Fatmawati Blok B Nomor 33-35, Jakarta Selatan yang disebut jaksa sebagai ruko Fatmawati,

Pertemuan yang dilakukan di ruko Fatmawati ini dihadiri sejumlah orang yakni;

a) Tim dari PT Java Trade Utama yang pernah mengerjakan proyek Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) Kemendagri anggaran tahun 2009.

Tim ini terdiri dari Johanes Richard Tanjaya, Andi Noor, Jimmy Iskandar Tedjasusila alias Bobby dan Eko Purwoko.
b) Tim dari Andi Agustinus alias Andi Narogong yakni Setyo Dwi Suhartanto selaku staf direksi Percetakan Negera RI (PNRI), Mudji Rachmat Kurniawan dan Dudy Susanto dari PT Softob Technology Indonesia (STI). Selain itu hadir juga Wahyu Supriyantono, Benny Akhir dan kedua saudara kandung Andi Narogong yakni Vidi Gunawan dan Dedi Priyono.
c) Mayus Bangun, selaku Manager Government Public Sector di PT Astra Graphia IT
d) Irvan Hendra Pambudi Cahyo selaku Direktur PT Mukarabi Sejahtera
e) Tim dari PNRI yakni isnnu Edhi Wijaya selaku Direktur Utama PNRI, YUniarto selaku Direktur Produksi PNR dan AGus Eko Priadi.
f) Tim dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yakni Hausni Fahmi selaku staf pusat teknologi informasi dan komunikasi BPPT, Dwidharma Priyasta, Tri Sampurno dan Sri Pamungkas
g) Paulus Tannos elaku Dirut PT Sandipala Arthaputra dan anaknya Catherine Tannos
h) Beberapa vendor atau penyedia barang di antaranya Johannes Marliem selaku penyedia produk automated finger print identification sistem (AFIS) merk L1.

Ikut hadir Berman Jandry Hutasoit selaku business development manager PT Hewlett Packard Indonesia yang merupakan penyedia software merk Oracle serta Jack Gijrath selaku penyedia produk semi konduktor merk NXP Singapura.

"Orang orang yang ikut pertemuan di ruko Fatmawati selanjutnya disebut tiim Fatmawati," sebut jaksa.

Tim Fatmawati ini menyepakati sejumlah hal terkait proses lelang dan pelaksanaan pengadaan e-KTP. Jaksa menyebut proses pelelangan akan diarahkan memenangkan konsorsium PNRI dengan membentuk pula konsorsium Astragrapha dan konsorsium Murakabi Sejahtera sebagai peserta pendamping.

Selain itu dilakukan pemecahan tiga tim degnan tujuan agar seluruh anggota tim Fatmawati bisa menjadi peserta lelang untuk memenuhi minimal peserta lelang sebanyak 3 peserta.

Ketiga tim tersebut adalah: (1) konsorsium PNRI yang terdiri dari Perum PNRI, PT LEN Industri, PT Quadra Solution, PT Sucofindo, PT Sandipala Artha Putra.

Kemudian (2) konsorsium Astagraphia yang terdiri dari PT Astra Graphia IT, PT Sumber Cakung, PT Trisakti Mustika Graphika, PT Kwarsa Hexagonal serta (3) konsorsium Murakabi Sejahtera yang terdiri dari PT Murakabi, PT Java Trade, PT Aria Multi Graphia, PT Stacopa.

Tim ini juga mensinkronkan produk-produk tertentu untuk kepentingan e-KTP yang kemudian digunakan menjadi dasar dalam penetapan spesifikasi teknis. Tim ini juga membuat harga pasar yang dinaikkan sehingga lebih mahal dari harga sepenuhnya

"Konfigurasi spesifikasi teknis dan price list tersebut pada akhirnya dipergunakan oleh terdakwa II sebagai bahan acuan dalam pembuatan rencana kerja dan syarat syarat (RKS) dan Harga Perkiraan sendiri (HPS)," papar jaksa.

Setelah konsorsium terbentuk untuk mengikuti lelang pengadaan e-KTP, terdakwa Irman dan Sugiharto menemui Diah Anggraini yang menjabat Sekjen Kemendagri pada Februari 2011 di kantor Sekjen Kemendagri.

"Dalam pertemuan itu Diah Anggraini meminta para terdakwa mengamankan konsorsium PNRI, konsorsium Murakabi Sejahtera, konsorsium Astragraphia karena ketiga konsorsium tersebut dibawa atau berafiliasi dengan Andi Agustinus alias Andi Narogong," kata jaksa.

Irman dan Sugiharto didakwa melakukan tindak pidana korupsi bersama sama Andi Narogong,Isnu Edhi Wijaya (ketua konsorsium Percetakan Negara RI), Setya Novanto danketua panitia pengadaan barang/jasa Ditjen Kependudukan dan Catatan Sipil tahun 2011. Kerugian keuangan negara akibat korupsi e-KTP mencapai Rp 2,3 triliun.


(dhn/fdn)
FOKUS BERITA: Sidang Lanjutan e-KTP
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed