Aktivitas Gunung Marapi Meningkat, Seismograf Rusak
Senin, 18 Apr 2005 16:14 WIB
Padang - Gunung Marapi di Bukit Tinggi, Sumatera Barat meningkat aktivitasnya. Kini statusnya waspada level dua. Ironisnya, saat ini seismograf yang ditempatkan di kaki gunung itu malah rusak. Meski meningkat, namun gunung Marapi masih belum dinyatakan membahayakan. Tapi, untuk antisipasi, masyarakat sudah diimbau untuk tidak mendaki gunung ini. Petugas Pengamat Gunung Merapi, Bujang, ketika dihubungi detikcom, Senin (18/4/2005) mengatakan, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan pihaknya sudah meminta warga untuk waspada. "Pendakian juga sudah dilarang," jelasnya. Sejauh ini, aktivitas warga yang berada di dekat gunung ini masih berjalan seperti biasa. Gunung juga tetap memperlihatkan aktivitasnya berupa letusan-letusan kecil dan menyemburkan abu vulkanik seperti biasa. Hanya saja, frekwensinya agak meningkat. Dikatakan Bujang, saat ini peralatan yang dibutuhkan untuk memantau aktivitas gunung Marapi sangat minim. Bahkan, Seismograf yang ditempatkan di kaki gunung Marapi sudah rusak sejak setahun lalu. "Kita terpaksa bertugas dengan mengandalkan pendengaran dan pandangan mata," ujarnya.Di samping itu, keterbatasan lain yang dimiliki untuk memantau aktivitas Marapi adalah tidak tersedianya alat komunikasi. "Kita juga tidak memiliki sambungan telepon. Sementara, radio amatair yang diharapkan dapat menggantikannya juga tidak berfungsi. Bila aktivitas gunung dinilai membahayakan kami terpaksa menyampaikannya pada masyarakat secara langsung," lanjutnya.Lebih lanjut, Bujang mengatakan, pihaknya mengandalkan peralatan yang ditempatkan di Pos Pengamatan Gunung Marapi untuk memantau aktivitas gunung Marapi secara akurat. "Peralatan yang di Bukit Tinggi sejauh ini masih berfungsi dengan baik," demikian Bujang.
(asy/)











































