"Nggak, beda konteks. Kemarin kita memang rapat di internal partai bersama Bu Mega," kata Djarot setelah bertemu dengan warga RW 05, Kelurahan Munjul, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (8/3/2017).
Pertemuan dengan Megawati disebutnya merupakan pertemuan rutin biasa selama masa pilkada. Mantan Wali Kota Blitar tersebut mengatakan tidak ada pembahasan spesifik yang diutarakan Megawati saat bertemu dalam rapat Selasa (7/3) kemarin itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya kan juga pernah menjadi ketua partai di Jakarta di tingkat DPD tahun 2012. Itu rapatnya biasanya seminggu sekali untuk evaluasi itu, apa yang kita lakukan kita evaluasi, itu biasa," sambungnya.
Untuk pertemuannya siang tadi di kediaman Megawati, Djarot menegaskan hanya menerima kunjungan Presiden Afrika Selatan bersama Gubernur DKI nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
"Makanya Pak Ahok diajak karena, bagaimanapun, Pak Ahok ini kan gubernur nonaktif, bersama-sama dengan Gubernur Sulawesi Utara untuk menjalin hubungan kerja sama masalah perikanan, pariwisata, dengan Afrika Selatan," tambahnya.
Terkait apakah ada pesan khusus dari Megawati kepada dirinya, Djarot justru berseloroh bahwa pembicaraan khusus antara dia dan Megawati hanya seputar kecap. Dia mengaku Megawati sering menitip untuk dibelikan kecap khas Blitar, yang menjadi langganan sejak zaman Bung Karno.
"Kita itu nggak pernah ngomong khusus-khusus. Kalau kita itu tidak pernah yang khusus-khusus, selalu disampaikan di dalam forum," ujarnya.
"Kalau khusus itu biasanya ngomong begini, kalau saya ke Blitar, 'Kecapnya habis.' 'Oh iya, Bu, siap.' Karena kecapnya itu berasal dari Blitar. Kami ada kecap yang sejak zaman Bung Karno itu produksinya di Blitar, itu khusus. Jadi kami kirim kecap," tutupnya seraya tertawa. (nth/idh)











































