Pemerintah akan Potong Anggaran Asian Games yang Dianggap Boros

Pemerintah akan Potong Anggaran Asian Games yang Dianggap Boros

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Rabu, 08 Mar 2017 16:21 WIB
Pemerintah akan Potong Anggaran Asian Games yang Dianggap Boros
Ilustrasi renovasi Stadion Gelora Bung Karno (Dana Aditiasari/detikSport)
Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) kembali menggelar rapat koordinasi Asian Games 2018 dengan pihak-pihak terkait. Pemerintah mengindikasikan adanya pemotongan anggaran Asian Games 2018 demi efisiensi.

"Belum, belum final. Tapi ancang-ancangnya yang diperkirakan itu sekitar Rp 4 triliun sampai Rp 4,5 triliun," ujar Sekretaris Wakil Presiden Mohammad Oemar di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (8/3/2017).

(Baca juga: Asian Games 2018 Butuh Dana Rp 8 Triliun, Namun Sumber Masih Gelap)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagaimana diketahui, panitia lokal Asian Games (INASGOC) mengatakan mereka membutuhkan dana untuk menyelenggarakan Asian Games sebesar Rp 8 triliun. Dana itu dibutuhkan untuk sosialisasi Asian Games, test event, hingga perhelatan pada hari-H. Namun kini Mohammad Oemar menyatakan ancang-ancang perkiraannya Rp 4-4,5 triliun.

Oemar mengatakan nilai anggaran pelaksanaan Asian Games belum diputuskan. Rapat koordinasi meninjau nilai anggaran untuk menghindari duplikasi dan efisiensi prasarana yang telah ada yang perlu diperbaiki, serta prasarana yang akan dibangun.

Menurutnya, JK meminta dilakukan peninjauan ulang untuk menghindari pemborosan, harga yang dianggap mahal, dan memaksimalkan prasarana yang telah tersedia. Namun kualitas tetap harus diutamakan.

"Itu akan di-reconsider (dipertimbangkan ulang), jumlah event (acara), jumlah pertandingannya berapa, cabang olahraganya pun akan dilihat lagi. Pakai kriteria Incheon (Asian Games 2014 di Korea Selatan). Kalau Pak Wapres kriterianya jumlah pertandingan Incheon," terangnya.

Salah satu kendala dalam pelaksanaan Asian Games 2018 adalah pendanaan. Pemerintah diketahui hanya menyediakan dana sekitar Rp 500 miliar dari total perkiraan dana pelaksanaan Asian Games yang mencapai triliunan rupiah.

Oleh karena itu, penunjukan JK sebagai Ketua Tim Pengarah Asian Games 2018 diharapkan dapat membuka ruang komunikasi dengan pihak swasta untuk berpartisipasi dalam pelaksanaan Asian Games. Pemerintah berharap ada dukungan dari swasta.

"Beliau ininyalah, kayak jadi apanya, memanfaatkan posisinya, kenalannya, jaringannya, dan juga pengalamannya untuk bisa mengajak swasta berpartisipasi," ucapnya.

Sebelumnya, JK menyebut ada tiga fokus strategi yang akan dilaksanakan terkait dengan Asian Games, yakni sarana, pelaksanaan, dan prestasi. (fiq/dnu)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads