"Sampai dengan Februari 2017, sudah terjadi belasan kasus pencurian di Tambora. Pencurian kendaraan marak dilakukan di kolong jembatan layang atau flyover Bandengan dan Jembatan Dua," ujar Kapolsek Tambora Kompol M Safi'i dalam jumpa pers di Mapolsek Tambora, Jalan Tubagus Angke, Jakarta Barat (8/2/2017).
Safi'i mengatakan, kegiatan pencurian dilakukan pada malam hari. Saat itu, kondisi jalan layang terlihat sepi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu kasus pencurian dengan pemberatan terjadi pada akhir bulan Februari di sekitar dekat Mapolsek Tambora. Mobil yang menjadi sasaran ditumpangi anggota polsek, termasuk Safi'i.
"Saat itu sekitar pukul delapan malam. Pelaku cepat mencopot kaca sepion mobil. Kemudian lari. Anggota yang ada di dalam mobil langsung mengejar pelaku dan memberi tembakan peringatan," ujar Safi'i.
Kanit Reskrim Polsek Tambora AKP Antonius menyayangkan tidak ada CCTV di sekitar lokasi pencurian. Hal itu mempersulit proses penyelesaian kasus.
"Sebagian besar kasus terungkap. Tapi kalau ada CCTV bisa memudahkan identifikasi pelaku," ujar Antonius kepada wartawan.
Pelaku Begal dan Pengedar Narkoba Diringkus Polsek Tambora
Selain pengungkapan kasus pencurian dengan pemberatan, Polsek Tambora menangkap pencurian dengan kekerasan dan penyalahgunaan narkotika.
"Sampai Februari telah terjadi tujuh kasus pencurian dengan kekerasan. Satu pelaku di tembak di kaki karena mencoba melawan petugas," ujar Antonius.
"Lalu, kita menangkap satu pengecer dan satu bandar sabu. Dari tangan mereka berdua diamankan dua paket sabu seberat 230 gram," tutup Antonius.
(aik/rvk)











































