"Sedih dan harus dijadikan cambuk untuk lebih berintegritas," ujar Ida melalui pesan singkat, Rabu (8/3/2017).
Namun, Ida mempertanyakan hasil survei tersebut. Alasannya, DPR bukan sebagai lembaga yang mengeksekusi sejumlah proyek.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ida mengatakan bahwa semua hal tersebut terpatahkan dengan persepsi masyarakat soal lembaga DPR. "Meski itu semua bisa kita pertanyakan, tetap saja terkalahkan oleh persepsi DPR itu korup. Jadi yang bisa saya katakan sedih, dan berharap bisa menjadi cambuk untuk lebih berintegritas," pungkas Ida.
Survei oleh Global Corruption Barometer (GCB) yang disusun TII itu memperlihatkan 65% masyarakat Indonesia menganggap level korupsi meningkat dalam 12 bulan terakhir.
Hasilnya menunjukkan sebagian besar masyarakat menempatkan DPR di peringkat pertama lembaga negara yang dianggap korup, diikuti birokrasi pemerintah, dan DPRD. (dkp/imk)











































