DetikNews
Rabu 08 Maret 2017, 14:04 WIB

Hari Perempuan Internasional, Aktivis di Yogya Suarakan Tuntutan

Edzan Raharjo - detikNews
Hari Perempuan Internasional, Aktivis di Yogya Suarakan Tuntutan Foto: Edzan Rahardjo/detikcom
Yogyakarta - Hari perempuan internasional di Yogyakarta diperingati dengan aksi unjuk rasa. Sejumlah elemen memperingatinya dengan menggelar unjuk rasa dengan cara long march di Jalan Malioboro Yogyakarta.

Terpantau di lokasi aksi, Rabu (8/3/2017), mereka yang ikut serta antara lain dari Front Perjuangan Rakyat dan Komite Perjuangan Perempuan (KPP) Yogyakarta. Mereka mengawali aksi dari taman parkir Abubakar Ali-DPRD DIY-Jl Malioboro-Titik Nol Kilomter Yogyakarta. Ratusan massa dari kedua kelompok ini berhenti di DPRD DIY untuk melakukan orasi.

Hari Perempuan Internasional, Aktivis di Yogya Suarakan TuntutanFoto: Edzan Rahardjo/detikcom


Berbagai spanduk dan poster dibentangkan oleh massa aksi. Antara lain bertuliskan, 'Tolak perjodohan,' 'Naikkan umur legal perempuan untuk menikah: 16 tahun,' 'Kerja setara,' 'Stop humam trafficking,' dan lain-lain.

"Dalam kenyataanya, hak perempuan sebagai perempuan saja tidak cukup, karena perempuan juga harus ada di politik, ekonomi dan situasi saat ini. Dan kekerasan terhadap perempuan mengalami eskalasi yang tinggi. Masalah pemaksaan menikah, pernikahan dini masih cukup tinggi," kata aktivis perempuan, Tya Setiyani saat aksi di depan DPRD DIY di Jalan Malioboro Yogyakarta.

Hari Perempuan Internasional, Aktivis di Yogya Suarakan TuntutanFoto: Edzan Rahardjo/detikcom


Dalam aksinya, para aktivis menyerukan tuntutan-tuntutan diantaranya; jaminan hak dan kesejahteraan bagi perempuan dan anak, akses kesehatan gratis dan tidak diskriminatif termasuk hak kesehatan reproduksi dan seksual, cuti hamil 12 bulan, dan cuti menstruasi tanpa syarat dengan tetap diupah.

Ada pula tuntutan yang disuarakan seperti perlindungan anak dan perempuan di wilayah konflik, menolak upah murah dan menuntut jaminan keamanan dan kesehatan bagi buruh perempuan, berikan perlindungan bagi buruh migran, dan cabut UU Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri (PPTKILN) No 39 tahun 2004, dan lain sebagainya.

Hari Perempuan Internasional, Aktivis di Yogya Suarakan TuntutanFoto: Edzan Rahardjo/detikcom

(dnu/dnu)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed