2 Kapal Pengangkut 8 Ribu Ketam Diamankan di Banyuasin Sumsel

2 Kapal Pengangkut 8 Ribu Ketam Diamankan di Banyuasin Sumsel

Raja Adil Siregar - detikNews
Rabu, 08 Mar 2017 13:27 WIB
2 Kapal Pengangkut 8 Ribu Ketam Diamankan di Banyuasin Sumsel
Foto: Raja Adil Siregar/detikcom
Palembang - Direktorat Polisi Perairan (Polair) Kepolisian Daerah Sumatera Selatan menangkap 2 kapal pemburu satwa dilindungi. Dari 2 kapal, 8.000 ekor ketam diamankan.

Penangkapan dilakukan terhadap kapal MS Robi Ayu di perairan Tanjung Kampeh Sumsang, Banyuasin, Minggu (5/3/2017) sekitar pukul 16.00 WIB. Petugas Subdit Gakum Ditpolair dan Pangkalan Sanggar Kusang curiga, kemudian melakukan pemeriksaan. Ada 5.000 ketam tapak kuda di kapal yang dinakhodai Saipul (46), warga Sungsang, Banyuasin, itu.

Kapolda Sumatera Selatan Irjen (Pol) Agung Budi Maryoto mengatakan ketam didapat dari nelayan Sungai Sembilang. Saipul membeli dengan harga Rp 5 ribu per ekor untuk ukuran di bawah 5 ons, sedangkan untuk ukuran di atas 5 ons dibeli seharga Rp 15 ribu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

2 Kapal Pengangkut 8 Ribu Ketam Diamankan di Banyuasin SumselFoto: Raja Adil Siregar/detikcom
"Rencananya akan dibawa ke pengepul dulu, baru dipindahkan dan diangkut menggunakan kapal yang lebih besar untuk dibawa ke Malaysia," kata Agung di Markas Polair Polda Sumsel, Kecamatan Kalidoni, Palembang, Rabu (8/3).

Di perairan yang sama, Selasa (7/3), polisi mengamankan kapal Riski Putra, yang dinakhodai Faisal (46), warga Tanjung Jabung Barat, Jambi. Kapal ini juga membawa ketam berjumlah 3.000 ekor.

"Sebanyak 8.000 ekor itu sudah mati. Sementara 57 ekor yang dalam kondisi hidup sudah dilepaskan kembali bersama BKSDA di Perairan Sembilang," ujar mantan Kakorlantas tersebut.

2 Kapal Pengangkut 8 Ribu Ketam Diamankan di Banyuasin SumselFoto: Raja Adil Siregar/detikcom
Kepala Resor Balai Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Sumatera Selatan Andre mengatakan perburuan dapat mengancam keberlangsungan hidup satwa-satwa dilindungi.

"Keberadaannya itu sudah semakin terancam, karena terus diburu oleh penduduk lokal untuk kepentingan ekspor, baik di Asia maupun di Eropa. Harga sangat tinggi di sana," ujarnya.

Di Malaysia sendiri, telur tapal kuda dijadikan santapan nikmat dengan harga tinggi. Yakni mencapai Rp 100-500 ribu untuk satu ekor siap saji.

2 Kapal Pengangkut 8 Ribu Ketam Diamankan di Banyuasin SumselFoto: Raja Adil Siregar/detikcom
(try/try)


Berita Terkait